Apakah benar manusia merupakan mahkluk yang tidak sempurna?

Apakah benar manusia tidak dapat mencapai arti dari “kesempurnaan”?

Apakah arti dari “kesempurnaan”?

Semuanya akan dibahas dalam artikel yang dibuat mudah dimengerti oleh siapapun.

PERFECTIONIST OF HUMAN

MANUSIA YANG SEMPURNA

oleh : Taruma Sakti M.

Apakah benar manusia merupakan mahkluk yang tidak sempurna? Apakah benar manusia tidak dapat mencapai arti dari “kesempurnaan”? Apakah arti dari “kesempurnaan”? Pertanyaan itulah yang sering mondar-mandir dipikiranku. Tentunya, saya tidak hanya diam untuk mendapatkan jawaban diatas. Saya terus berpikir dari hal yang sederhana ke rumit. Yup, karena saya ingin mensharing (berbagi) dan mencompare (membandingkan) apa yang saya dapatkan. Akhirnya saya niat membuat artikel berjudul “Perfectionist of Human : Manusia yang Sempurna”. Tanpa basa-basi langsung saja.

Berjalannya waktu, berkembangnya pengetahuan. Mungkin kalimat tadilah yang sangat cocok dikatakan untuk zaman sekarang. Zaman sekarang, perkembangan pengetahuan sangatlah melaju cepat sampailah cita-cita menjadi zaman yang sempurna. Sayangnya, saya disini bukan untuk membahas zaman yang sempurna tetapi manusia yang sempurna. Berjalannya waktu, keingintahuan manusiapun berkembang. Beribu-ribu pertanyaan banyak dilontarkan oleh makhluk bernama manusia. Manusia adalah makhluk Allah SWT yang berakal*. Akallah yang membedakan dengan mahkluk Allah yang lain. Hewan adalah Makhluk yang disebut dengan Binatang*. Binatang adalah makhluk bernyawa yang mempunyai keinginan makan dan bersetubuh saja*. Jelas ada perbedaannyakan? Akal merupakan pikiran, kecerdasan, muslihat, jalan atau cara mencapai maksud*. Karena akal inilah manusia menduduki posisi pertama dalam “Creature Forever”. Karena memiliki akal, manusia selalu ada rasa keingintahuan. Keingintahuanlah yang membuat dunia ini berkembang. Sampai suatu hari, seorang manusia berpikir “Apakah kita sudah sempurna?”.

Saya tidak dapat langsung mengambil kesimpulan bahwa manusia itu tidak sempurna karena banyak orang-orang berkata “Manusia itu tidak sempurna” (disini kita akan lihat alasan sejelas-jelasnya). Seperti yang saya katakan, berpikir dulu sederhana baru ke rumit. Sederhana saja, apa arti sempurna? Sempurna : Utuh dan lengkap benar, tidak ada yang kurang*. Apa anda sudah utuh? tidak ada yang kurang? Manusia yang disebut utuh adalah makhluk yang mempunyai tangan, kaki, kepala, akal, mulut, dll. Jika jawabannya Ya, berarti anda sempurna tetapi kalau tidak, berarti anda tidak sempurna. Sederhana bukan? Mau beranjak yang lebih rumit? Saya sempurna jika dilihat secara fisik.

Tapi manusia memiliki akal bukan? Apakah sempurna akal kita? Sempurna disana dalam pengertian yang khusus. Masih bingung? Sempurna dalam arti khusus adalah sempurna yang dikaitkan dengan akal. Akal dibagi oleh beberapa macam yaitu IQ,EQ,SQ,AQ (ktnya mah AQ tuh yg baru. blon saya cek. Sy juga masih krg informasinya). Karena Kecerdasan tersebut bisa menghabiskan beberapa baris diartikel ini makanya dipisahkan saja. :D. Kata “sempurna” yang sering anda dengar adalah dalam artian khusus. Jadi, Sempurna mempunyai makna lagi yaitu sempurna dalam berpikir (IESQ). Karena IQ tidak memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari dan memang IQ tidak menjadi faktor utama kehidupan. Beralih dari IQ ke EQ, EQ merupakan kecerdasan beremosi atau lebih sering disebut kecerdasan bersosialisasi. EQ mempunyai pengaruh yang sangat signifikan dalam kehidupan. Tak hanya itu, ternyata ada salah satu kecerdasan spiritual (SQ). Maksudnya kecerdasan berinteraksi antara manusia dan tuhan. Dan 2 kecerdasan yang berpengaruh tersebut di bundel (paket) menjadi kecerdasan yang disebut ESQ (Emotional and Spiritual Quotient). Kecerdasan inilah yang sedang digembar-gembor diIndonesia. Banyaknya pelatihan ESQ (Training ESQ) untuk mengubah paradigma orang-orang Indonesia untuk menuju INDONESIA EMAS 2020 (saya sendiri blon pernah ikut. tapi saya sempat baca bukunya. TOP ABIZ).

Nah kecerdasan tersebutlah yang sering dipertanyakan oleh manusia wannabe perfectionist. Kenapa? kecerdasan SQ hanya diketahui oleh orang tersebut dan Tuhannya. :D. Kembali ke pokok permasalahan. Sebenarnya yang membuat seseorang menjadi tidak sempurna ialah EQ bukan SQ. Kenapa? EQ merupakan kecerdasan dimana kita harus bersikap, berprilaku, atau apalah namanya dengan sempurna tentunya. Ingat pepatah, “TIDAK ADA SEORANGPUN YANG TIDAK PERNAH MEMBUAT KESALAHAN”. Kalimat itulah sebagai kunci permasalahan kenapa manusia tidak dapat mencapai kesempurnaan. Ingat arti sempurna, Sempurna adalah utuh, tidak ada yg kurang. Kesalahan manusia termasuk kekurangan kita bersikap EQ. Jadi, Itulah kunci yang membuat manusia tidak bisa sempurna dalam sudut AKAL (baca artikel “Series of Human : Characteristic of Human – Sifat Umum Manusia”).

Setiap manusia slalu saja memiliki kekurangan dalam EQ. Problematika dalam emosi merupakan permasalahan tersulit di dunia ini. Seperti jatuh cinta, rasa benci, putus asa, dll. Dan pemikiran semua orang slalu saja berbeda. Perbedaan inilah yang mungkin diberikan oleh ALLAH untuk memberikan keragaman sebuah arti hidup. Kehidupan tanpa cobaan halnya makan tanpa lauk. Sebuah asam manisnya kehidupan memberikan kita pengalaman. Pengalaman inilah yang menjadi GURU besar didalam hidup kita.

Menjadi kesempurnaan yang diminta sangatlah sulit. Tapi ketidaksempurnaan bukanlah penghalang bagi kehidupan kita. Kita tidak slalu diberi kekurangan tapi diberi juga kelebihan. Semua manusia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki satu sama lain. :D

Ditulis pada 15-September-2007, 19:51 WIB – 7:51 PM.

* : Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. (blon lihat di KBBI)