Terkisah seorang ibu bernama Sri membesarkan sebuah anak bernama Riza. Riza adalah anak yang diketemukan oleh Sri didepan rumahnya. Riza yang sekarang sudah berumur 15 tahun bertemu dengan orang tua aslinya. Bapak Zair, bapak kandung Riza, ingin mengambil anaknya yang sudah lama dicari. Dan Bapak Zair dan Ibu Sri akhirnya berbicara empat mata di ruang tamu saat Riza sedang tidak ada. Dan perdebatan pun dimulai :

Sri : “Mau apa anda kesini?!”

Zair : “Saya ingin mengambil anak saya kembali”

Sri : “Eh, kamu pikir ini tempat penampungan anak terlantar yah?”

Zair : “Bukannya emang benar, didepan rumah anda ada plang “Menampung anak terlantar”

Sri : “Hmm, hmm,, itu,, itu,, plang yang 10 tahun yang lalu”

Sri : “Pokoknya anak bapak tak boleh diambil. Dia itu berbeda”

Zair : “Anak saya berbeda dengan siapa?”

Sri : “Dia berbeda dengan anak saya”

Zair : “Lalu? Apa hubungannya?”

Sri : “Hmm, hmm, hmm,, gak ada hubungannya”

Zair : “Haaahh?”

Sri : “Pokoknya Riza tidak boleh pulang dengan bapak”

Zair : “Apa! Baiklah, kalau begitu…”

(Zair langsung mengeluarkan uang dan melemparnya ke meja)

Zair : “Bagaimana dengan sekarang”

Sri : “Masa, cuman Rp.100.000!!”

Sri : “Pak, BBM Naekk pak!! Pliss deh”

Sri : “Saya enggak mau Biaya Langsung Tekor (BLT)”

Zair : “Bagaimana jika Rp. 500.000?”

Sri : “Apa! Bapak, Saya jelas-jelas punya harga diri! Saya ingin yang jutaan!”

Zair : “Baiklah, bagaimana dengan setengah juta?”

Sri : “Kalau begitu sih saya…”

(Dengan cepat, Sri mengambilnya)

Zair : (Dasar orang bego. Rp. 500.000 sama kan ma setengah juta. Dasar O’on)

Dan akhirnya Zair dan Riza terpisahkan lagi. Karena Riza mengalami kecelakaan kelilipan mata ma DUREN. hahahahaha.. THE END.

Kata harga diri disana maksudnya adalah dirinya punya harga. Misal, harga mati = matinya harga (gak bisa naek, gak bisa turun). Harga buku = bukunya punya harga. Harga emas = emasnya punya harga. Dan lain sebagainya. Jadi, jika mau menggunakan kata harga diri sebaiknya diganti ama hati nurani. Contoh :

Sri : “Apa! Bapak, Saya jelas-jelas punya hati nurani! Saya ingin yang jutaan!”

Atau

Sri : “Apa! Bapak, Saya jelas-jelas punya mata dan hati! Saya ingin yang jutaan!”

Sebenarnya, jika dibaca semuanya emang gak pantess.. hahahahaha. :D. Jadi, dalam konteks maksudnya punya harga diri yang tak terjualkan.. Pakeknya punya harga gudang. Lah kok? Kan klo barang digudang kan gak bisa dijual. Hahahaha…


Zona Postingan | Zona About Me | Zona Guest Book | Zona Tarumusic

Zona Lain :

Zona Daftar Isi | Zona Awal