Setelah bertemu Gie di acara Bebersih Bandung Jilid 5, ternyata masih ada kebingungan dalam membuat dynamic sidebar. Hehehe, mungkin emang saya harus belajar lagi untuk memahaminya n untuk menjelaskannya. Maklum, belajar wordpress baru bulan Mei 2008. Hahaha. Setelah  beres sudah tentang tetek-bengek acara sekolah yang selalu membuat bingung para siswa/i ini. Akhirnya, lulus juga nih dari sekolah. Saatnya bermain dengan istilah ngampus.

===Loh, loh, loh? Kok malah cerita sekolah. Kembali ke topic===

Ini cuman hasil observasi saya loh. Saya bukan ahli PHP, SQL, dan sesuatu hal yang berkaitan dengan komputer. Saya cuman menganalisa saja. Jadi, maklumin ajah kalau ada yang salah-salah. Hehehe, iseng-iseng nungguin tes Senam PTN dan hasilnya. Nganggur 1 bulan!! Enaknya ngapain yah? Tiap hari blogging? Walah. Okey, lanjut.

Ternyata eh ternyata, di wordpress theme ada yang gak dukung dynamic sidebar (widgets). Nah, oleh karena itu, saya mengadakan analisa terhadap file-file yang berhubungan dengan wordpress theme. Ada satu file yang sangat berpengaruh untuk mengaktifkan fungsi dynamic sidebar di wordpress. Untuk mengaktifkan widget, anda harus menambahkan fungsi yang mengaktifkan widget di file function.php. Berikut kode yang harus dimasukkan :

if ( function_exists(‘register_sidebar’) )

register_sidebar(1);

Biar amannya letakkan setelah tag <?php (hahaha, tidak menjamin juga loh). Setelah meng-update filenya, cek widget di menu design. Berhasil!! Tapi, ini belum selesai. Setelah meng-add kode, anda diharuskan untuk menampilkan widget itu di blog anda.

Tentukan dimana sidebar anda bakalan muncul. Biasanya sih, sudah terpisah sama file-file yang lain. Filenya biasanya bernama sidebar.php. Setelah menentukan bakalan dimana si widget bakal muncul, tinggal memasukkan kode untuk menampilkan widget. Berikut kodenya :

<?php if ( !function_exists(‘dynamic_sidebar’) || !dynamic_sidebar(1) ) : ?>

<?php endif; ?>

Biar gak poesing, silakan belajar dulu HTML dkk. Saya ajah, HTML gak iso. Huhuhu. Ga niat sih. Aq mah tahunya cuman analisa dan ngedit doang. Bukan tipe creator. Jangan lupa untuk mengupdate filenya. Setelah diupdate, beres deh semuanya.

===Di balik kisah artikel konyol ini===

Untuk mengetahui teknik-teknik di atas, saya cuman membandingkan file-file yang memiliki widget dan tidak berwidget. Yah, di-compare gethoo deh. Yah, alhasil, dapet juga. Walaupun masih ragu ma teknik-teknik diatas. :D. Di atas tuh, cuman saya coba-coba sajah. Jadi, klo ditanya function_exists tuh untuk apa? MENEKETEHE. Hehehe.