Menulis bagaikan melantunkan musik

July 21, 2008 – 1:54 am

Tulisan ini ditulis saat mendengarkan alunan lagu klasik yang membentuk sebuah ketenangan jiwa dan raga.

Menulis bukan lah sebuah perkara mudah. Bagiku, menulis bagaikan melantunkan musik. Sebuah susunan tulisan seperti jajaran nada yang harmoni dengan sebuah lagu. Saya dapat menuliskan apa yang saya rasakan hanya dengan mendengarkan sebuah lagu. Fokus, langkah penting untuk melakukan teknik ini. Jika kalian melihat sebuah tulisan tanpa titik dan koma, khalayak seperti orang chatting, dan tanpa basa-basi, itulah tulisanku yang hanya dapat kutulis dengan bantuan alunan musik. Mendengarkan membuat jiwa semakin tenang. Saat itulah sebuah kemampuan berlogika dan berbahasa diuji. Rasanya hati pun dapat diajak untuk mengungkapkan. Tanpa musik, yang dituliskan hanyalah sebuah pemikiran akal sehat yang patut dipertanyakan. Akan tetapi, hati tak pernah berbohong. Segala aspek dilihat oleh pemikiran hati.

Kemampuanku menurut test personality, saya memiliki kemampuan musikal 100%. Benar, saya tak bisa hidup jika tak bisa mendengarkan sebuah alunan harmoni sebuah musik. Musik ada dimana saja, yang hanya kita lakukan adalah mendengarkan. Sayangnya, untuk memadukan sebuah alunan nada yang memiliki tempo, frekuensi dan amplitudo. Akan tetapi, saya dapat memimpikan sebuah nada yang ngena di hati pada saat-saat tertentu. Musikalitas dimiliki oleh semua orang. Yang membuat beda hanyalah kegemaran terhadap jenis musiknya. Pemilihan jenis musik dapat mencirikan sebuah sikap orang tersebut.

Apakah anda menulis bagaikan melantunkan (mempersembahkan) musik?

Info "Menulis bagaikan melantunkan musik":


This entry was posted on Monday, July 21st, 2008 at 1:54 am and is filed under Berita, Cerita, Pengetahuan, Solusi eith tags , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


Related Posts:

  1. Aku bangga menjadi blogger
  2. Green Day 2008 atau Pesta Blogger 2008???
  3. Hidup di 3 Dunia
  4. Terjebak Dalam Mimpi
  5. Blogger Peduli Lingkungan
  1. 2 Responses to “Menulis bagaikan melantunkan musik”

  2. 1. Komentar rani! pada Jul 21, 2008

    ga bs hidup tanpa musik???
    waaw…

    kalo sayah mah tanpa internet :P
    Berita terakhir dari rani! : termehek-mehek

  3. 2. Komentar t4rum4 pada Jul 21, 2008

    @rani!: salah semua tau.. ga bisa hidup tanpa nyawa.. :))

Post a Comment