Terjebak Dalam Mimpi
July 21, 2008 – 1:57 amTak ada yang dapat menyangkal bahwa semua orang mempunyai mimpi. Segala rasa menginginkan, merasakan, membutuhkan dimiliki oleh setiap manusia. Tidak dapat meraih sebuah keinginan bukanlah akhir sebuah dunia. Membentuk sebuah dimensi yang disebut mimpi merupakan solusinya. Mimpi, tempat yang mewujudkan segala keinginan dalam bentuk imajinasi tak terbatas oleh sebuah pemikiran rasional. Dan memiliki ciri khusus dalam setiap insan di muka bumi. Mimpi dapat membuat sebuah titik pencerahan kehidupan semakin benderang. Bermimpi hanyalah sebuah jalan yang membentuk pecahan sebuah cita-cita semakin jelas.
Pernah, memimpikan semua yang tidak dapat dipahami secara logika. Akan tetapi, hanya sebuah mimpi beserta keyakinan atas semua yang akan terjadi semua itu akan terjadi. Mimpi merupakan sebuah pecahan keberhasilan yang menuntun anda ke sebuah jalan yang anda sukai. Entah seberapa banyak orang yang mencaci maki anda, entah seberapa banyak orang yang menjatuhkan anda, entah seberapa banyak orang yang berkata “itu hanya mimpi”. Sebuah mimpi bukanlah sebuah khayalan yang dapat dicemoohkan. Membangun sebuah mimpi seperti membangun sebuah kehidupan lain yang dibuat secara sempurna oleh khayalan tingkat tinggi.
Mimpi memberikan sebuah satu nada dalam hidup yang memang tak tentu arahnya. Entah bawah dan atas, anda selalu memimpikan sesuatu. Mimpi, mimpi, mimpi, dan mimpi. Gambaran luas yang hanya dimiliki oleh masing-masing orang. Sering kali orang terjebak dalam mimpinya. Penuh hayalan indah tentang dirinya. Menggambarkan dan melukiskan sebuah kehidupan yang menyayat hati. Sebuah denting hayalan membuat sebuah kehidupan nyata menjadi terasa. Terasa dalam emosional jiwa. Melebih terasa dalam materil ataupun fisik.
Kerap kali, orang yang terjebak dalam mimpi dikatakan gila. Terjebak dalam mimpi adalah sebuah kesalahan. Karena mimpi dapat membuat akal sehat menjadi sebuah sampah. Keinginan terhadap sesuatu menjadikan prioritas sebuah kehidupan. Entah senang, ceria dan gembira membentuk sebuah mimpi menjadi lebih berarti. Air mata pun dapat dikeluarkan hanya dengan bermimpi. Emosional yang didalam hati menjadi tersentuh dengan alur mimpi. Akal sehat pun sudah teracuni oleh jiwa
Disanalah sebuah dua dimensi yang akan saling berbentrokan. Tekanan luar yang membuat hidup semakin runyam menjadi faktor penting. Sebuah alunan lagu membentuk mimpi menjadi sempurna. Pada saat dua dimensi tersebut berbentrok. Terjadilah kesadaran diri dalam keadaan di muka bumi ini. Sedih karena hidup tak sejalan dengan mimpi. Menangisi adalah hal terbaik daripada bertindak konyol. Menangisi dan memintalah kepada-Nya. Sebuah kehidupan tak menjadi lengkap tanpa-Nya.
Sebuah keharmonisan dari empat kemampuan membentuk arti bahwa hidup di dunia ini adalah sebuah keberkahan yang maha. Renungilah dan bermimpilah!



16 Responses to “Terjebak Dalam Mimpi”
1. Komentar Aki Herry pada Jul 21, 2008
mimpi..
Bisa menjadi awal atas segala- galanya.
Bermimpilah..
Berita terakhir dari Aki Herry : Rancangan Mebel Kamar Yang Ujug- Ujug KeInget,
2. Komentar bayuhebat pada Jul 21, 2008
Mimpi lah karena mimpi itu geratis, Karena geratis makanya bermimpi besarlah
Berita terakhir dari bayuhebat : Seminar Tangan Di Atas (TDA)
3. Komentar deniar pada Jul 21, 2008
Bermimpi saja tanpa aksi, kosong….
Aksi tanpa mimpi (tujuan), hampa…
Jadi bermimpilah dan wujudkan impian mu itu.
4. Komentar t4rum4 pada Jul 21, 2008
@Aki Herry: Hohoho.. mari bermimpi..
@Bayu hebat: enaknya yang gretongan..
@deniar: mimpi tanpa imajinasi tak mungkin..
5. Komentar Xaliber von Reginhild pada Jul 23, 2008
Kadang ada juga sebagian kelompok orang yang terus bermimpi, sampai terus membawa mimpinya ke dunia nyata dan ngga mau bersaing dengan kenyataan dunia. *halaah*
Berita terakhir dari Xaliber von Reginhild : Islam dan Nazi
6. Komentar t4rum4 pada Jul 23, 2008
@Xaliber von Reginhild: harus ada satpam yang ngawasin mimpi dibawa ke kenyataan.. hehehe
7. Komentar Iyank pada Jul 25, 2008
mimpi itu seru!
dengan mimpi, motivasi aq bertambah.. ^_^
Berita terakhir dari Iyank : Mimpi
8. Komentar julia pada Jul 26, 2008
asalkan setelah mimpi harus segera bangun & berusaha mewujudkan mimpi, bukan malah tarik selimut & tidur lg..
9. Komentar 'Nin pada Jul 26, 2008
Saya dulu juga gak punya mimpi.
Tapi setelah baca “Sang Pemimpi”nya Andrea Hirata jadi pengen punya mimpi lagi
Berita terakhir dari ‘Nin : Masa Kecil Dulu dan Kini
10. Komentar t4rum4 pada Jul 26, 2008
@julia: habis nyaman sih kalo tidur..
@’Nin: walah.. aq mah blon pernah baca novel kayak begituann.. :p
11. Komentar t4rum4 pada Jul 26, 2008
@iyank: namanya jjuga.. semau anda.
jadi bagus melulu
12. Komentar utchanovsky pada Jul 26, 2008
Saya sempet mengasosiasikan ini dengan putri salju. Gak bisa bangun2 n tidur terus sepanjang masa.
Ternyata mimpi doang gak ada usaha bisa masuk ke sini yah
Berita terakhir dari utchanovsky : Parodi Speedy
13. Komentar t4rum4 pada Jul 26, 2008
@utchanovsky: hoho. Putri salju mimpi ga sih? Ah EGP Bgt!
14. Komentar dian pada Aug 1, 2008
percaya atau tidak,banyak hal besar yg berawal dari mimpi:
Om thomas edison aja harus bermimpi melihat cahaya dalam gelapnya, sampai ia harus gagal ratusan kali…
Ikal dan arai (pelajar di pedalaman)-tokoh Laskar pelangi- mesti bermimpi bisa skolah di sorbone…
And see?
dari mimpi semua terwujud ^^
Berita terakhir dari dian : Muka pendidikan Indonesia
15. Komentar t4rum4 pada Aug 1, 2008
@dian: yah. mudah2an mimpiku bisa terwujud..
16. Komentar iing pada Aug 20, 2008
Mimpi? ini termasuk dream apa impian dalam arti cita-cita?
Mimpi… orang beranggapan jika pada saat manusia tertidur. maka aktivitas otak akan berhenti. namun sebenarnya aktivitas otak tetap berjalan apalagi pada saatkondisi bermimpi. ada REM, brain activity, brain wave dll yang membahas seperti ini.
Nah, yang cukup menjadi paradoks adalah… apa yang membuat anda yakin bahwa ini adalah kenyataan, mengingat mimpi dan dunia nyata tidak ada bedanya. Apa anda tahu itu? sekarnag anda sedang bermimpi atau masih terlelap dalam tidur?