Poè Hèjo {Part 1}
Untuk tulisan ini berlaku : ©2008 Taruma Sakti Megariansyah. Dilarang untuk mencetak tulisan ini dengan alasan apapun dan/atau menyebarkannya dengan alasan apapun.
Poè Hèjo? Apaan tuh? Poè Hèjo berarti Hari Hijau. Hari Hijau yang dimaksud adalah Green Day. Lalu, apaan tuh green day? Green day adalah event outbound dan bina lingkungan (disertai **********). Sebenarnya acaranya udah dari dulu, cuman baru sempet nge-publishnya. Duh, karena udah begitu lama acaranya, jadinya gak bisa ceritain detail acaranya. Langsung bagian ceritanya ajah deh :
Note: Cerita ini bakalan panjang! Jadinya, bakalan dibagi-bagi. Dibaginya perhari ajah. Dan tulisan berikutnya akan di auto-publish. 2 hari setelah posting ini di publish.
~Jum’at, 21 November 2008~
Sekitar jam 04.00, kami bersiap-siap pergi ke tempat tujuan yaitu desa sukawana. Sebelumnya ada sambutan-sambutan dari pihak kampus dan panitia. Setelah mendengar sambutan, kami langsung pergi ke tempat tujuan dengan menggunakan truk tentara (hmm, disebut apa yah?). Perjalanan cukup begitu lancar. Dan untungnya saya dalam posisi duduk. Hehehe. Di dalam perjalanan udara cukup dingin. Untungnya, saya sudah mengenakan jaket. Walaupun, dalam posisi tersebut masih dalam kedinginan. Padahal lemak saya banyak, kok tetep dingin (Tanda-tanda pengurusan kali. Hehehe).
Hati-hati langkahmu dan ucapanmu!
Sesampainya di tempat tujuan, kami diharuskan berjalan menuju lapangan. Dalam keadaan gelap, tentunya kami harus berhati-hati. Sayangnya, penerangan disana cukup kurang. Yah, saya hampir terjatuh. Untungnya, gak apa-apa. Didalam perjalan menuju lapangan, kami selalu diingatkan harus fokus. “Fokus! Fokus! Nunduk!” teriak panitia. Yah, masuk akal lah. Didalam kegelapan tersebut memang harus fokus dan liat kebawah dikarenakan medan yang tidak cukup bersahabat (berbatuan). Salah langkah sedikit bisa-bisa terkilir. Yah, kalau enggak salah ada yang terkilir (hayo ngaku!). Dan alasan lainnya karena tempat kami melakukan acara tersebut bisa dikatakan “gak boleh sembarang”. Yah, bukannya nakut-nakutin, tapi untuk daerah desa biasanya hal berbau mistis biasanya kental sekali. Apa mau dikata, memang dekat dengan hutan. Jadi, harus jaga omongan dan perilaku.
Makan, makan, makan!
Kami dikumpulkan di lapangan yang cukup luas. Disana kami melakukan ISoMa (Istirahat, Solat dan Makan). Saat akan melakukan solat, ternyata eh ternyata, penuh. Mana kran air tuk wudhu cuman satu. Jadinya, makan waktu lama. Hmm, bisa diperkirakan perlu 45 menit untuk kami menyelesaikan solat (maghrib + isya). Yah, singkat cerita, setelah kami melakukan solat, kami pergi ke tempat lapangan tadi. Dan saatnya MAKAN! :D. Menunya apa yah? Lupa euy.
Camp Center
Setelah makan, kami dibawa kelapangan satu lagi yang lebih tinggi. Sebut saja lapangan itu SPOT. Disana kami diberikan pengarahan dari pihak panitia. Setelah itu, kami menuju ke camp center. Perjalanannya cukup jauh. Akan tetapi, pada saat itu sepertinya terlihat menarik kalau dilihat dari atas (langit). Kami membentuk satu garis panjang yang terbentuk oleh senter kami. Kami melewati kebun teh (eh, benerkan? Kebun teh?). Setelah sampai di camp center, kami diberi tenda masing-masing kelompok. Sayangnya, di tenda tersebut belum di buat drainase-nya. Yang artinya kami harus membuat drainase. Langsung saja, kami membuat lubang diantara tenda. Ternyata eh ternyata, kami melakukan kesalahan. Lubang tersebut cukup jauh dari tenda. Yah, kami langsung membuatnya lagi. Dan sialnya lagi, cangkulnya malah diambil. L. Hmm, bagian dari skenario kah? Dan ditambah lagi hujan sudah datang duluan (ohh, hujan. Kenapa dikau tak tunggu kami selesaikan drainase tenda?).
Bocor nih didalam tenda
Yah, apa mau dikata, hujan sudah cukup terlalu deras. Kamipun disuruh untuk masuk kedalam tenda. Mana didalam tenda basah. HwaaahH!! Kami mengakalinya dengan menggunakan jas hujan disetiap sisi tenda. Dan alhasil, tetap saja basah. Sudah terlanjur basah sih. Kecuali kalau disana ada yang bawa hair drier (mimpi kali yee…).Untungnya, dibantu oleh para panitia. Sungguh baiknya panitia ini. Tak lupa kuucapkan terima kasih. Yah, setelah drainase terbuat dan hujan pun reda tetap saja kami kebasahan didalam tenda. Whatever-lah! Saatnya istirahat!
Saatnya BEDTIME! Ups, Sleeping-Bag Time!
Yah, memang harus diakui kami tidur menggunakan sleeping bag. Tak apalah, namanya juga camping. Masa, mau tidur di kasur. Yah, awalnya kami menstrategikan posisi kami tidur (ceileh, strategi. Kayak mau maen game ajah). Dan tara, saya kebagian posisi yang cukup enak. Sebenarnya saya sih, saya tersiksa kalau tidur dalam posisi terlentang begitu. Suka enggak nyaman ajah. Jadinya, malah pusing. Untungnya, Maribon yang baik menjadikan kakinya sebagai bantal. Thanks maribon! Sebelum memejamkan mata kami sempat bermain-main dulu. Eh, malah dimarahin panitia. Yah sudah, kami tidur dengan hanya memejamkan mata. Selang beberapa menit, keadaan mulai sunyi sepi senyap. Awalnya, saya bisa men-disconnect-kan otak saya. Akan tetapi, saya terbangun. Karena, saya tahu kalau maribon pasti kesakitan. Tenang bon! Saya tahu kamu bakalan kesakitan. Oleh karena itu, saya langsung mengubah posisi kepala saya. Dan selang beberapa menit kemudian. Kepala saya pusing! Dan diperparah oleh udara dingin yang menyucuk. Sayakan alergi udara dingin. Ya sudah, saya langsung bangun. Saya berusaha tidur dengan posisi duduk. Karena, kalau saya di posisi tidur terlentang namanya cari mati. Saya dah going crazy. Untungnya, saya langsung menstabilkannya. Dan akhirnya, saya tidur dengan posisi duduk dengan hidung saya ditutupi oleh baju. Yah, daripada mampus. Setelah, kepala saya dan otak saya dah normal. Saya mencoba tidur lagi dengan posisi terlentang. Untungnya, saya bisa bertahan beberapa menit sampai kami dibangunkan oleh panitia. Saya juga sempet mendengar perbincangan panitia. Yah, not important to listen it.
Bangun! Bangun! Bangun!
“Bangun!” teriak panitia. Langsung saja kami bersiap-siap. Hwah! Karena panitia memburu-buru kami. Kami pun sempat kewalahan. Kami …
~Bersambung~

pengen ikut lagi yang ginian nih….jadi inget pas masih ikut ginian…