Home > Berita > Stop Merokok!!!

Stop Merokok!!!

Waduh, setiap hari menggunakan angkutan umum capek juga yah ternyata. Bicara angkutan umum, saya ingin mengatakan “Stop Merokok dalam Angkutan Umum!”. Waduh, saya sangat kesal kalau ada seorang yang merokok didalam angkutan umum. Terlebih lagi, jika perokoknya masih pelajar (SMP-SMA). Sekiranya, untuk mahasiswa sudah memiliki attitude yang baik dari perguruan tingginya. Tanggal 05 Februari 2009, saya mendapati seorang yang merokok didalam angkutan umum. Ck, ck, ck, apa orang itu tuh gak nyadar yah kalau ngerokok didalam angkutan umu. Dia bukan seorang penumpang sih, melainkan temannya si supir. Dan parahnya lagi, si supir merokok juga. SIALAN! 

 

 

 

STOP MEROKOK di dalam Angkutan Umum!!!!!

STOP MEROKOK di dalam Angkutan Umum!!!!!

 

Sangat mengganggu para penumpang!

Sangat mengganggu para penumpang!

Info Detail kejadian ini :

Terjadi pada tanggal 05 Februari 2009, hari Kamis. Jam 16.30-17.15. Trayek Cicaheum – Ledeng. Dengan plat nomor D 1907 CC (eh bener gak yah?). 

Sayangnya, sampai saat ini saya belum bisa berbuat apa-apa. Peraturan di Bandung masih membiarkan perokok-perokok “nakal” berkeliaran di sekitar kita. Bagi perokok, jangan merokok di angkutan umum!!!!!!

  • Share/Bookmark

No related posts.

Categories: Berita Tags: ,
  1. February 7th, 2009 at 09:22 | #1

    wah wah wah. kalo sopir saya masih bisa maklum, soalnya dia seharian nyopir. lagian kaca jendela bagian sopir saya yakin 99% kebuka.

    kalo yang naek. berapa lama seh, naik angkot? paling satu jam. apa susahnya satu jam gak ngrokok…

    *saya ngrokok lho, tapi ya kira-kira*

    [Reply]

  2. February 7th, 2009 at 10:27 | #2

    itu sih perokoknya aja yg keterlaluan
    moso ngerokok di ruang publik sih?
    emang dia punya hak ngerokok, dan pada saat yg sama orang-orang lain di sekitarnya punya hak untuk ga ikut menghisap asap rokoknya
    saya perokok lho tp liat tempat juga

    [Reply]

  3. February 7th, 2009 at 15:55 | #3

    @bocahmiring: waduh.. saya mah gak bisa tolerir juga bagi supir. enggak jadi masalah kalau angkutan umumnya sedang bergerak. Nah kalau lagi nge-tem (nungguin penumpang)??? adanya kebul di dalem angkot. :(.
    Nah itu dia, bagi yang naek tuh yang rada gak ngotak! masa ngerokok di tempat sempit. Apalagi kalau jendelanya gak dibukain… hwahh!! pengen cepet” turun!

    @edy: memang keterlaluan! betul tuh.

    btw, yang ngasih komentar perokok tohh… :p

    [Reply]

  4. February 7th, 2009 at 16:47 | #4

    saya ga ngeroko

    [Reply]

  5. February 7th, 2009 at 18:58 | #5

    jelas, saya paling kesel sama pemerintah yang tidak tegas terhadap perokok …

    [Reply]

  6. February 8th, 2009 at 07:38 | #6

    yaaaa… bilang aja sih ke perokoknya, jangan merokok depan lu. kalau dia marah, lu punya dasar lebih kuat buat lebih marah. dia punya hak buat ngerusak tubuh dia, tapi dia gak punya hak buat ngerusak tubuh kita. tapi ya yang bisa ngerti teguran kae gini mah yang terpelajar aja kali ya. waktu itu pernah cewe gue bilang ke kake-kake supaya matiin rokoknya, eh dianya malah marah2, padahal jelas dia yang merugikan orang lain. akhirnya gue bilang ke supirnya, kalau orang ini terus ngeroko, mendingan gue sama cewe gue turun aja, dia ga mau berenti ngeroko dan kami ga mau kesehatan kami terdegradasi. tukang angkotnya menye-menye gitu, bingung gitu. ya udah, gue turun. eeeh, kakenya malah teriak-teriak dari dalem angkot, katanya ga sopan sama orangtua. hokcuh deh.

    [Reply]

  7. February 8th, 2009 at 09:59 | #7

    @adithyo: hahaha. samaaa
    @Donny Reza: betul tuh.. malah kami (yang membenci asap rokok) yang dirugikan
    @bagas: wahh, yahh, klo pas blum jalan ngerokok. saya biasanya langsung keluar angkot. tapi, klo sudah terlanjur.. yah,, saya terpaksa menahan bau asap rokok yang tak bersahabat itu. :p.

    [Reply]

  8. February 8th, 2009 at 12:11 | #8

    harus ada pelajaran etika bagi perokok mas.. :lol:

    saya juga ga ngrokok.. :)

    [Reply]

  9. February 9th, 2009 at 19:58 | #9

    saya ga begitu suka naik D 19xx YY, terlalu banyak orang yg punya kebiasaan jelek di dalamnya. Ga cuma merokok, tapi bahkan meludah, batuk tak tutup mulut, sampe muntah…jijay

    saya kebetulan ga merokok

    xx = variabel angka
    YY = variabel huruf

    [Reply]

  10. February 10th, 2009 at 15:52 | #10

    Saya perokok L-)

    Tapi saya merokok kalau cuma ingin supaya otak gak meayang kemana mana aja.

    Kalo di dalam ruangan sih biasanya saya tidka merokok, apalagi kalau ada anak kecil. Tapi kalo di kamar sendiri mah ngudud we.

    Lagian merokok juga hak asasi manusia juga kok. Cuma karena yang tidak merokok itu lebih mayoritas dan kebetulan pandangan zaman sekarng bahwa merokok itu merugikan kesehatan, maka, minoritas itu yang dijadikan “sebuah kejelekan”.

    Menurut saya sih sama saja bagi orang yang merokok atau tidak merokok. Mereka punya kebebasan masing-masing. Perbedaan nya adalah: merokok adalah suatu kegiatan yang dapat melanggar hak hak asasi orang lain.

    Tapi yang penting adalah jangan pernah menganggap diri kalian dalam posisi paling benar hanya karena kalian itu TIDAK merokok.

    sign, eye-ings

    [Reply]

  11. February 10th, 2009 at 16:47 | #11

    @azaxs: betul tuh!!
    @Wijoyo: iyah tuh.. gak punya etika banget
    @iing: halloww!!! dari sudut pandang kesehatan sudah “JELAS-JELAS” anda telah membuat kesalahan!!! silakan baca artikel tentang kesehatan bagi perokok dan tidak perokok. Saya sih gak peduli atas kaum mayoritas atau minoritas. Yang penting adalah, kaum perokok, ada yang merokok sembarang!!!! ada yang buang puntung rokok semabarangan!!!.. masa’ anda mau bilang karena kebersihan itu mayoritas dan kotor adalah minoritas. Anda mau sebut berkotor” ria mempunyai unsur positif…

    [Reply]

  12. February 10th, 2009 at 22:37 | #12

    Merokok boleh saja dilakukan, asalkan sang perokor dapat memastikan bahwa asap rokok yang dihasilkannya hanya dihisap oleh dirinya sendiri dan tidak oleh orang lain. Karena udara milik bersama dan orang punya hak untuk tidak menghisap asap rokok,.

    [Reply]

  13. February 27th, 2009 at 19:59 | #13

    Ya iya lah, masa ya iya thoyyiba. Tergantung zaman lah. Bisa aja nanti merokok diwajibkan. gyahahaha. Kalo saya sih kalo merokok bersih ria lah. Jangan samakan saya dnegan perokok-perokok lainnya yang gak punya otak. Dan saya pun yakin, tidak semua orang yang melarang merokok itu punya otak semua. gyahaha

    [Reply]

  14. November 6th, 2009 at 09:12 | #14

    Ada solusi mudah dan murah utk berhenti merokok.
    Gunakan Quit Smoking Card, harganya hanya RP.100.000 (belum ongkos kirim) bisa berfungsi sampai 3 tahun. Tapi biasanya, tanpa “tersiksa” dalam proses berhenti, banyak perokok berhenti merokok setelah 4-6 bulan memakai kartu ajaib ini.
    Kalo mau tanya, kontak aja email: abiyah.quitsmokingcard@gmail.com —— dengan senang hati mereka dapat membantu anda.
    Mudah2an info ini bermanfaat, thanks.

    Eh .. katanya mereka juga cari agen2 tunggal di setiap kota di seluruh Indonesia … sambil nolong orang menjadi sehat, juga dapat bisnis yang menjanjikan …

    [QSC ini dapat juga dipakai diam2 oleh isteri/pacar yg ingin suami/kekasihnya berhenti merokok ... hehe .. ada tipsnya .. mudah kok, dan dijamin 99% berhasil! -- terbukti!]

    [Reply]

  15. March 25th, 2010 at 01:40 | #15

    Berita yang menarik.

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.