(Laporan) Pesta Blogger 2009
Akhirnya, bisa ikut juga Pesta Blogger 2009! Hore! Pesta perdana nih!
Pesta Blogger 2009
Hm, mau diceritakan darimana yah? Hmm. Saya, menghadiri acara Pesta Blogger 2009 ikut dengan rombongan blogger bandung. Berangkat dari bandung sekitar jam 06.30 dan sampai dilokasi sekitar jam 08.30. Sesampainya dilokasi, langsung saja kami menyebar dan mengantri pada antrian masing-masing. Saya mengantri ditempat biasanya (yang sudah melakukan registrasi online) dan membayar HTM sebesar 50.000. Sebenarnya sih, saya bisa mengantri di antrian my Nokia. Hanya saja, smsnya entah hilang kemana (sms konfirmasi registrasi) dan ternyata tidak saya pindahkan ke laptop. Yah, sudahlah, nanggung juga udah bayar. Males refund.
Setelah membeli tiket yang digunakan untuk doorprize, saya beserta Nadeea dan Syafir berfoto-foto ria di Photo wall-nya. Biasalah, kalau blogger gak narsis terasa hambar. halah. Setelah puas foto-foto narsisnya, kami (bersama Andhika. Sayangnya, Arief pergi. Jadi, gak bisa ikut narsis. halah.) langsung menuju ke dalam area bazar. Disana terdapat beberapa booth. Lupanya, saya tidak bermain-main di booth windows 7. Huaa, sayang banget. Bosen sih, toh di laptop saya pake Win 7. Yang paling rame saat acara dimulai adalah boothnya US Embassy.
Sambutan Menkominfo, figure Star Wars pun tak mau ketinggalan
Setelah beberapa tempat kami kunjungi, akhirnya acarapun dimulai. Diawali dengan National Anthem : Indonesia Raya, kami -para blogger- menyanyikannya dengan mulut (ya eya lah, masa pake kaki). Kami pun menonton beberapa video yang sudah disiapkan oleh para panitia. Dan videonya sangat memuaskan dan terkesan kocak dan narsis (hal wajar bagi para blogger. ngaciir). Yang paling menghebohkan adalah saatnya sambutan dari Menkominfo yaitu bapak Tifatul. Para blogger (terutama para fotografer) langsung berderet di depan Menkominfo. Haha. Apalagi saat kehadiran salah satu figure Star Wars yang ikut memotoi bapak Tifatul, semua yang diruangan tersenyum dan tertawa. :)). Tak lupa sambutan dari beberapa orang penting. Tentunya sang Chairman PB 2009. Sesi Diskusi akhirnya dimulai, dari sharing para blogger luar jawa sampai diskusi bersama Ibu Prita Mulyasari.
Refleksikan diri dengan Pandji sang Rapper
Saatnya perform salah satu public figure yang sudah dikenal oleh masyarakat luas yaitu Pandji. Menyanyikan lagu berirama Hip Hop dan mengajak para audience menyanyi bersama dengan tinggal mengucapkan “Hei!”. Nice one. Yang paling lucu adalah saat Pandji menyanyikan lagu yang seharusnya bersama Tompi, dia menunjuk ke pintu masuk utama dan berkata “Tompi!”. Serentak para penonton melihat ke pintu sambil berdiri dari tempat duduknya. Dan ternyata, Pandji bilang “Kena Deh!”. Hahaha. Hebat banget pada saat mengalihkan perhatian dan membuat penonton sadar. halah. Dan lagunya enak-enak, sayangnya, suara pandji tidak cukup terdengar oleh telinga saya. Saya rasa, suara vokal seperti mengejar kerasnya suara musiknya. Harusnya, suara musiknya dikecilkan sedikit. Tapi, untuk perform sih, KEREN. Apalagi, dengan wejangan-wejangannya. Apa yah? Lupa lagi tuh. Hehe.
Akhirnya, datang juga waktu makan siang. :D Yang bikin rancu adalah kerupuknya kok kecil yah? Hahaha. :D
Breakout session, Saatnya beretika diblog!
~ belum dapet fotonya nieh. ~
Sekitar jam 2 siang setelah melakukan solat dan makan siang, saatnya waktu untuk Break out!. Saya memilih untuk mengikuti diskusi tentang Blog Ethic. Menurut saya, topik ini topik yang selalu diperbincangkan dari tahun ke tahun. Apalagi, sekarang dengan kasusnya Ibu Prita tercium oleh publik, para virtual fighter (mengikuti gaya pak mentri. :D) kita -para users online- harus lebih berhati-hati dengan aturan yang ada di dunia maya. Di sesi ini, ada 3 pembicara, yaitu Bu Prita, A (lupa lagi namanya), dan B (lupa lagi deh). Bicara banyaknya blogger yang hadir pada sesi ini tergolong dikit. Yah, pikir saya, topik ini memang serius. Eh, tahu-tahunya, ada juga lucunya. Dari kasus “Termehek-mehek jadi tertampar-tampar” sampai blog “Yang ngomongin Syaiful Jamil (Infotainment)”. Rasanya, dalam sesaat, suasana disana menjadi lebih cair.
Berbicara Etika blog, menurut saya, sangat sulit untuk membuat sebuah etika universal yang dapat diterima oleh semua para blogger -terutama yang di Indonesia. Apalagi, jika sudah dikaitkan dengan lingkaran hukum. halah. Rasanya, belajar sebuah ilmu sosial (bagi saya) bisa menjadi menarik ataupun memusingkan. Sang narasumber berkata bahwa kode etik belum diperlukan, yang sebenarnya diperlukan adalah kode perilaku. Dia cukup menyinggung dengan nyampah di internet. Salah satunya, dengan ucapan “Pertamax!”. Saya setuju dengan istilah nyampahnya. Yang diperlukan adalah kode perilaku. Lalu, masalah kali ini, “Darimana kami mengetahui sebuah kode perilaku?”. Kode perilaku sama halnya dengan etika. Sebuah pluralisme moral (baik dan buruk). Jadi, untuk sekarang, (mungkin) solusi yang diberikan adalah membuat etika di blognya sendiri dengan membuat semacam Disclaimer.
Blog bukanlah Rumah Pribadi
Kami juga menyinggung beberapa perblog-an. Seperti, blog bukan lah rumah pribadi melainkan rumah publik yang owner-nya tuh kami. Saya setuju, walaupun beberapa bulan yang lalu saya berpikir bahwa blog adalah rumah pribadi. Pandangan saya, Blog bukanlah sesuatu yang pribadi jika publik dapat membacanya. Ibaratnya, blogger sebagai pemilik rumah. Tapi, pintunya gak dikunci. Maka, otomatis, rumah itu bebas di datangi oleh siapapun dan darimana pun. Yang jadi masalah (bagi saya), misal, dirumah tersebut terdapat pisau dapur. Ada salah seorang tamu ‘guest‘ datang mengambil pisau tersebut dan menggunakannya untuk mencelakaan orang lain atau bisa jadi sang pemilik rumahnya. Saran saya, rumah tersebut harus memiliki kode perilaku dan etik untuk memperlakukan sebuah benda didalam rumah tersebut. Dalam dunia perbloggingan benda tersebut dapat diibaratkan sebuah informasi. Layaknya sebuah pisau, jika tumpul, tak bisa mencelakai siapapun. Bagaimana dengan pisau yang diasah dengan baik? Merepotkan bukan.
Jadi, saran saya, dirumah tersebut perlu adanya penegak hukum terhadap rumah itunya sendiri. Penegak hukum adalah sang pemilik. Sekarang, kita lihat konteksnya lebih luas lagi. Bagaimana dengan keberadaan rumah tersebut? Apakah dia berada disuatu wilayah yang sangat diperlukan sebuah keamanan tingkat tinggi atau semacamnya. Wilayah tersebut juga harus memiliki sebuah aturan yang diberlakukan agar tidak terjadinya penyalahgunaan dalam skala besar ataupun kecil.
Berbicara etika blog, sangatlah sulit karena perbedaan profesi, latar, dll membuat kita memiliki ragamnya aturan main. Lalu, sekarang, apa solusinya? solusi yang paling mudah adalah etika agama (seperti yang disebutkan oleh salah satu blogger diruangan). Masalah yang muncul adalah, Penerapan hukumnya. Agama memang menerapkan sebuah konsep kebaikan apapun itu agamanya tapi lain halnya dengan hukumannya. Sepertinya, topik ini akan panjang lebar dan OOT.
Beberapa poin yang (masih saya ingat) penting dalam melakukan posting/publish antara lain patuhi rambu-rambu hukum, saling membantu dan mengingatkan, tidak melakukan diskriminasi terhadap satu/lebih individu, dll. (duhh, lupaan gini. harusnya dicatet sih.)
Singkat cerita, diskusi ini berakhir. Oh iyah, kami diberikan semacam Amicus Curiae tentang kasus “Prita Mulyasari vs. Negara Republik Indonesia”. Saya berharap kasus ini akan cepat selesai dan berakhir damai. Btw, saya rasa Room C : Blog Ethic ini, sepertinya topik yang dibahas secara serius. Haha. Tapi, cukup lancar dan terbuka. Tahun depan ikut ini lagi gak yah? hehe. :D
Dor-Prais
Yup, saatnya bagi-bagi door prize. Sayangnya saya tidak mendapatkan satupun. huhuhu. Mudah”an next time deh. Dan saya berharap hadiahnya adalah iPhone atau iPod. haha. Pikir-pikir, kenapa microsoft gak kasih Zune yah? Saya penasaran tuh ama barang itu. :D. Saya sempat membeli beberapa T-Shirt batik sebanyak 2 buah dan seharga Rp.120.000 (Mahalnya). Acara ditutup dengan penampilan tari piring yang berasal dari padang. Sangat menakjubkan. *berandai-andai bisa melakukan hal tersebut*. Okay, It’s time to go home.
DAN INI, kisahku di Pesta Blogger 2009!
(Dari atas, kiri -> kanan) : Ahmad Syarif, Arief, Andhika
(Di bawah, kiri -> kanan) : Taruma (acak-acakan gini nih mukanya nih), Nadeaa
Foto didapat dari FB Nadeea : www.namanyanadeea.com





Huahh. Mengantuknya.. Tidur dulu ahh!
BAGAIMANA DENGAN KISAH ANDA?