Review Film 2010 [1]
Setelah lama tidak berlalu-lalang di dunia blog, saya telah kembali dari kecaman sebuah institusi bernama kampus. Haha. Sekarang, menjelang lebaran, akhirnya ada liburan. Yah, sebaiknya saya menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk mengisi blog ini atau mengisi liburan ini dengan istirahat. Maklum, kuliah seperti kerja, dari jam 7-5. Bedanya sih, dari liburannya. Hahaha.
Akhir-akhir ini, saya sedang giat untuk menonton film-film yang ada di bioskop (mau ditonton secara langsung di Bioskopnya ataupun lewat file/dvd (bahasa gaul: bajakan)). Karena kesibukan di rumah sudah tidak diisi dengan bersurfing ria. Sudah tidak ada yang menarik di dunia maya. Selain ber-penpalling bersama teman luar sana. Selama di dunia maya, saya lebih banyak menggunakan waktu di situs interpals.net.
Sebelum review dimulai, ada hal yang harus saya beritahu bahwa saya menggunakan penilaian secara pribadi (bahasa gaul: semau gue) yang tentunya pilihan anda untuk mempercayai insting saya dan panca indera saya untuk menilai sebuah karya film yang berproduk nasional atau internasional. Ada beberapa hal yang saya utamakan dari penilaian saya, yaitu originalitas cerita. Kalau ceritanya membosankan sudah pasti ratingnya juga jelek, tidak perlu melihat bagaimana teknik pengambilan kamera dan lain sebagainya. Karena, kebanyakan orang juga tidak peduli akan hal itu. Buktinya, masih ada ajah yang beli film bajakan walaupun dengan kualitas buruk. Haha.
Selain itu adalah screenplay. Yang saya maksudkan adalah bagaimana script film tersebut. Cerita/Tema-nya sudah ada, tapi tuk perwujudan ke dalam layar lebar bisa berakhir buruk kalau screenplay buruk. Bisa saja buruk dari alur ceritanya, dialog, dan penguatan karakter tokoh di film. Sisa dari penilaian saya adalah Scoring. Bagaimana sebuah background musik bisa merealitaskan sebuah film tersebut. Sebagai orang yang suka mendengarkan musik saya rasa poin ini penting. Jadi, keseluruhan antara lain : Ide, Screenplay/Script, Scoring, Akting, Teknikal, Kepuasan, Pesan.
Okei, langsung ke reviewnya saja :
1. The Ghost Writer : 4/5 (++++)
Sayangnya, ini film saya tonton beberapa hari yang lalu jadi mungkin ada beberapa yang lupa. Saya suka dari ceritanya yaitu tentang misteri dengan campuran politik. Dan bisa dibilang film ini termasuk juga jenis twisted. Sayangnya, saya kurang begitu suka dengan screenplaynya. Alurnya terlalu lambat, dan konflik yang terjadinya sangat singkat. Tapi, saya masih bisa mengikutinya sampai akhir. Karena twisted-nya film ini saya kasih rating 4/5.
2. Remember Me : 1/5 (+)
Wah, mungkin para penggemar aktor Robert Pattinson kecewa dengan penilaian saya. Tapi, saya mau jujur saja, saya kurang menikmati untuk screenplay. Saya bingung, film ini mau menarik apa. Screenplay terlihat kacau, perlu waktu lagi untuk menyerap film ini. Karena screenplaynya, aktingnya pun kurang maksimal. Mungkin, untuk banyak orang, penilaian saya sangat berlebihan. Tapi, bisa saya bilang, film ini hanyalah ibarat sinetron indonesia yang gak jelas tujuannya kemana selain untuk bisnis. :P Maaf. Tapi, film ini tidak berkesan sama sekali bagi saya.
3. The Expendables : 2/5 (++)
Ceritanya sangat biasa untuk film action. Nilai bagus dari film ini hanyalah dari ensemble cast yang super-action! Saya seperti menonton film-film sadis saja akhirnya. Lihat bom meledak, kepalanya putus, tangan ancur. Tapi, Action mana sih yang tidak seperti itu sebelum film ini rilis. Terkesan biasa. Menurut saya, film ini masih bisa ‘menjual’ dalam bisnis walau tidak dalam cerita.
4. Salt : 2/5 (++)
Film yang seputar agen CIA ini menurut saya kurang greget. Saya tidak suka waktu akhirnya, karena disana sang aktris Angelina Jolie tidak menampilkan keseksiannya pada saat mengakhiri film ini. Untuk cerita, ceritanya biasa saja. Dan saya bisa menebak ceritanya dari +- 30 Menit pertama. Dari sana, saya hanya menunggu aksi actionnya agen Salt tersebut. Sayang, menurut saya kurang greget saja.
5. The Last Airbender : 2/5 (++)
Untuk saya, screenplay untuk live-action The Last Airbender kurang memaksimalkan untuk Buku pertama (Air). Beberapa tokohnya kurang memiliki karakter. Untuk efek grafisnya memang sangat menarik. Sayang tuk naskah dan karakter tokohnya kurang pas bagi saya.
6. Sammy’s Adventure : The Secret Passage (3D) : 3/5 (+++)
Saya punya nilai lebih untuk film animasi karena saya suka film animasi apapun jenisnya. Untuk segi cerita, sammy terlihat biasa, dramanya tidak jauh beda dengan film Finding Nemo. Untuk efek 3D-nya, beberapa scene sangat terasa. Nilai lebihnya adalah pesan yang bagus untuk ditanamkan kepada anak-anak. Dan film ini layak untuk mendapat rating 3/5.
7. Sang Pencerah : 5/5 (+++++) (Movie of the month)
Walaupun saya cukup sinis awalnya untuk film produksi Indonesia. Tapi, setelah menonton film ini saya kembali positif akan perfilman Indonesia. Ceritanya sangat menarik, Screenplaynya sangat mengalir (walaupun ada beberapa scene yang menurut saya kurang ngeh di hati saya). Untuk teknik dan studio memang terlihat terbatas (penggunaan lokasi yang berulang-ulang), tapi sejauh screenplay-nya mendukung film ini dan akting para tokoh yang sangat berkarakter (terutama peran utamanya) bisa menutupi kekurangannya. Nilai lebihnya adalah pesannya. Saya merasa puas setelah keluar dari studionya. Film ini bisa jadi referensi untuk kasus-kasus di Indonesia saat ini. Ada yang berarti di film ini. Dan saya tidak menyesal menggunakan uang untuk menonton film ini. Yah, poin kepuasan lah yang membuat film ini saya rating 5/5.
8. Shutter Island : 4/5 (++++)
Film ber-twisted ini layak mendapatkan rating 4/5. Dari cerita dan naskahnya sangat menarik. Walaupun sebenarnya saya sudah bisa menebak akhir cerita saat mengetahui tentang rumah sakit mental. Tapi, action dan aktingnya sangat menarik. bagi saya film ini tidak ber-twisted.
9. Merah Putih II – Darah Garuda : 1/5 (+)
Cuman satu alasan yang membuat film ini saya rating 1/5 yaitu Screenplaynya. Saya mampu mengikuti ceritanya tapi kurang menikmatinya. Emosi film ini kurang terbawa karena kurang mengalir ceritanya dari awal sampai akhir. Penggunaan bahasa Indonesia yang digunakan terkesan rancu walaupun benar. Selain screenplay, semuanya dah bisa saya bilang BAGUS! Sayang, saya tipikal orang yang gak bisa tolerir tuk screenplay atau naskah film. Sekali bagian itu sudah terlihat kacau, penilaian yang lain saya abaikan. Tapi, sebenarnya, jika anda menonton tanpa mempedulikan screenplay, saya jamin anda mungkin rating film ini 4/5. Ohyah, ada beberapa scene yang menurut saya aneh. Saya lupa lagi scene itu apa, tapi ada di film tersebut. Tapi, pengaruhnya juga tidak terlalu besar. Seandainya, naskah film ini direview berulang-ulang mungkin bisa menyaingi film Sang Pencerah. :D
Beberapa film yang akan saya tonton kalau ada waktu : The Pessengers, The King of Fighters, Dawai 2 Asmara, Lihat Boleh, Pegang Jangan.
Semua penilaian diatas berdasarkan pandangan pribadi yang memiliki referensi yang terbatas. Mohon maaf, kalau tidak sesuai dengan penilaian saya.
-
http://www.iwanprasetyo.com/369.php?abc=member.desainweb.com/aff.php?aff=025 Desain Web
