#0115: Monaco Review

Y Series
Don't Starve

Monaco

Y. APDG: Monaco

Genre: Action, Adventure, Strategy, Indie, Casual

Developer: Pocketwatch Games

Release Date: 24 April 2013

Price: $14.99

Buy on [Steam] or [Humble Store]

Akhirnya game ini rilis juga setelah saya bosan mencoba prototypenya yaitu MONTE-CARLO. Saya sudah pre-order game ini sejak januari lalu rasanya. Sebenarnya bonus pre-order tidak begitu menggiurkan yaitu hanya sekedar prototype dan soundtrack dua track dari award-winning composer Austin Wintory disertai lembar musiknya. Bagi yang tidak tertarik dengan yang berbau musik, pre-order rasanya cuman memesan terlebih dahulu, soalnya pembeli pre-order tidak dapat betanya pada waktu itu. Prototype MONTE-CARLO telah memenangkan penghargaan Independent Game Festival (IGF) pada tahun 2010 dengan memenangkan penghargaan tertinggi yaitu Seumas McNally disertai penghargaan pada Excellence in Design. Sekilas, ada pikiran “this game must be good”. Benarkah?

Gameplay: Bersembunyi, menyelinap disertai taktik ataupun strategi adalah yang membuat permainan ini berakhir dengan sempurna. Gameplaynya memiliki unsur stealthaction, dan strategy. Jika ketiga unsur tersebut tidak berkoordinasi dengan baik, saya jamin bakal susah menamatkan game ini. Untuk pengendalian dalam game ini cukup sederhana, kendali dalam game ini didominasi oleh ketepatan pemain untuk bergerak dan berarah. Saat saya menggunakan gamepad, saya memiliki kesulitan karena mungkin tidak terbiasa, sedangkan pengendalian menggunakan mouse dan keyboard, belum saya coba. Singkat cerita, game ini memiliki gameplay yang menarik dan tidak membosankan. Tidak dapat disangkal jika misinya terkesan repetitif, tapi solusi untuk menyelesaikan setiap misi memiliki berbagai cara, tergantung pada strategi dan komposisi karakter yang digunakan pada saat misi. Dengan rencana adanya DLC Level Editor dan workshop, game ini bakal lebih variatif lagi.

Visual Art: Retro, mungkin image tersebut yang diusahakan pertahankan dengan suksesnya prototype sebelumnya. Jujur, saya kurang suka dengan pemilihan retro ataupun art pixel yang digunakan, bisa dibilang kurang adanya pengolahan lebih dalam pada sisi visual. Pemilihan warnanya cukup membingungkan, tapi untungnya ada opsi untuk pemain yang memiliki buta warna. Dalam in-game sendiri, pada saat pertama kali memainkannya, saya merasa kebingungan dan pusing melihat, karena beberapa poin semacam pintu, komputer, dlsbnya terlihat kecil dan sulit untuk diketahui secara sekilas. Setelah lebih dari 1 jam, saya baru mulai terbiasa dengan konsep visualnya. Yang diperlukan hanya ketelitian, entah memang sengaja agar memberikan tantangan pada game sendiri atau developernya yang malas. Ohyah, saya lupa menambahkan lighting di game ini bisa dibilang spektakuler, semenjak saya memainkan prototypenya saya terkagum-kagum dengan sistem lightingnya. Yah saya tahu, di game-game indie lainnya sudah ada yang seperti ini, tapi saya terkagum oleh prototypenya.

Sound & Music: Karya musik yang dibuat oleh Austin Wintory tak perlu diragukan lagi untuk masalah kualitas. Tema musik yang diambil adalah piano instrumental, soal genre saya kurang tahu, mungkin jazz. Meski sederhana, yaitu hanya 1 instrumen yang digunakan, komposisi yang dibuat bisa dibilang rumit dan menarik. Untuk sound sendiri sebenernya agak kurang memberikan kesan, pada saat in-game, saya kesulitan membedakan suara penjaga bergerak, ambil senjata, dll. Tidak ada masalah sebenarnya untuk pemilihan  efek suaranya, hanya kerasnya belum terasa balance.

Presentation: Cerita monaco sendiri menarik. Saya tidak akan spoiler karena saya juga belum sampai menamatkannya. Tapi setiap misi selalu disertai cerita dan dialog yang konyol. Pribadi, presentasi dalam game ini tidak lah buruk karena membuat saya ingin terus memainkannya dan mengetahui akhir ceritanya.

Multiplayer: Monaco pada dasarnya didesain untuk permainan lebih dari satu orang. Yah, sangat dimungkinan untuk dimainkan dengan sendiri (offline), tapi fun nya terasa hilang dari yang direncanakan developer pada awalnya. Sistem match making sekarang tidaklah begitu buruk, setidaknya ada 1-2 server yang sedang aktif meski di jam sepi. Soal griefer, dimaklumi kok, tidak ada yang sengaja untuk merusak mood orang bermain selama saya memainkannya online.

Verdict: Monaco memiliki gameplay yang menarik dan tidak membosankan, hanya dengan visual art dan campaign solo yang tidak begitu memuaskan membuat monaco menjadi memiliki kerentanan meraih para pembeli. Tapi, jika anda membeli game ini berbarengan dengan teman, saya jamin Anda tidak akan menyesal. Akan banyak tragedi/momen konyol yang terjadi saat memainkan game ini bersama teman. Jadi, jika anda berharap memainkannya solo? Nay. Membeli 4-Pack dengan teman? Yay.

Video Let’s Play saya: