#0037: Y.APDG: The Green Light Bundle

Informasi dalam cara menilai bisa lihat [disini]

Green Light Bundle
Green Light Bundle

Y. AiPleiDisGeim: The Green Light Bundle

“Hanya 3 game yang layak dimainkan di PC, sisanya hanya menjadi aksesori dari bundle”

Dengan munculnya fitur baru di Steam bernama Steam Greenlight(tm), tidak sedikit beberapa indie game developer yang berlomba-lomba memasukkan game ke Steam Platform. Salah satu contohnya adalah indie game developer Green Light Bundle yang ikut serta bergabung dengan Steam Greenlight dan berharap bisa lolos seleksi dan gamenya masuk ke Steam.

Green Light Bundle sendiri merupakan kumpulan indie game yang pada dasarnya gamenya ngarep masuk ke Steam. Game yang ada di bundle ini antara lain: Ichi, Muffin Knight, Dino Run SE, Syder Arcade, Samurai II Vengeance, Gunman Clive, Paper Monster, Guerilla Bob, dan Major Mayhem. Beberapa game sudah rilis di platform lain (Google Play, Desura, App Store).

Dari ke 9 Games yang ada, hanya 2 game yang pernah saya dengar yaitu Ichi dan Dino Run SE, di Desura. Dan ke 7 games lainnya belum pernah saya lihat atau dengar sama sekali. Saya hanya mendownload 8 Games (tidak mendownload Major Mayhem) dan yang saya mainkan hanya 7 games (belum saya coba Syder Arcade, karena sudah terlanjur muak sama game lainnya).

Saya akan mulai mini-reviewnya (saya hanya memainkan gamenya sekitar 10 menit, jadi bisa dibilang cuman kesan pertama saja):

  1. Ichi: Puzzle Game, tidak memiliki storyline (jelas, siapa butuh cerita untuk puzzle game). Bisa dibilang art-nya mengingatkan saya dengan Crayon Physics Deluxe.
  2. Muffin Knight, Samurai II Vengeance, Gunman Clive, Paper Monster, Guerilla Bob: Action/Arcade/Platformer Game, PORT dari mobile yang hasilnya tidak memuaskan di mata para PC Gamer. Salah satu alasannya adalah Navigasi pas-pasan dan kompatibilitas yang belum sesuai (milih menu saja harus pakai mouse). Dari semua game tersebut, bagi saya, semuanya sangat membosankan di monitor PC. Kerjanya cuman loncat-loncat dan nembak-nembak. Tidak menekankan storyline, jikapun ada, hanya presentasi seperti powerpoint. No Voice Acting? ew.. Intinya, gamenya sangatlah mengecewakan. Dan Intinya (lagi) sih, Game port Mobile lebih buruk dibandingkan port dari console, lihat saja Hero Academy yang sangatlah tidak nyaman dimainkan di PC.
  3. Dino Run SE: Platformer Game, Ini memang terlalu simple tapi ini lebih baik dibandingkan game-game sebelumnya. Untungnya, game ini memiliki nilai replay yang lebih baik dibandingkan game-game nomor 2.
  4. Syder Arcade: Shoot’em Up Game, memang saya belum memainkannya tapi dilihat trailernya, lebih menjanjikan dibandingkan game-game di no.2. Untungnya ini bukan port dari mobile.
Gunman Clive
Grafik bagus tapi gameplay gak bermutu

Kesimpulannya adalah, bonus game lebih dari $5 sangatlah gak guna di PC selain jadi pajangan doang. Jujur, saya benci melihat game-game yang port dari mobile di bundle ini. Game-game tersebut hanya cocok dimainkan di Mobile Device bukan di PC yang biasanya memainkannya menggunakan mouse/keyboard. Tapi tak menutup kemungkinan ada diantara kita yang menyukai game-game yang masuk kategori nomor 2.

Mudah-mudahan gak ada indie game developer (lagi) dari mobile yang asal port gamenya ke PC.

Layak Beli? Layak untuk 3 game (Ichi, Dino Run SE, Syder Arcade)
Layak dimainkan? Hanya 3 yang cukup nyaman dimainkan di PC.

 SteamPrices.com - Steam Community Profile Card

#0037: Y.APDG: The Green Light Bundle

2 pemikiran pada “#0037: Y.APDG: The Green Light Bundle

  1. Mobile port ga selalu buruk, dan gw rasa kalau soal nyaman ato ngak sih itu cuma dari orangnya sendiri lebih milih main game di pc ato di mobile.

    Personally, main Angry Bird di PC lebih nyaman buat gw ketimbang main di Mobile…
    Jadi ga bisa di bilang layak ato ngak ya… Game PC ajah ada yg layak buat di mainkan di Mobile (dan beberapa terjadi seperti Bastion)

    Soal game lain yg situ mention untuk layak di mainkan sih ok2 saja… The fact that Greenlight is created is to support these guys… and mobile game dev since they never had any reliable publisher at all…

    1. tarumainfo berkata:

      Kalau game PC ke mobile saya wajari sekali, tapi tuk Mobile ke PC yang menjadi alasan terbesar bisa berakibat gagal adalah kompatibilitas untuk PC sendiri. Pengembangan/Mengurus game platform PC pasti lebih repot ketimbang mobile.

      Angry BIrd, tetap memiliki masalah kompatibilitas pada saat main di PC (saat saya coba memainkannya). Selalu ada pesan error. Berhubung waktu itu saya memainkan versi bajakan. I don’t comment about it, just leave it.

      Nah, kalau mereka ingin mencari untung jangan asal port saja, saya yakin mereka akan tetap dapat uang karena banyak orang yang seperti saya yang sebenernya tulus tuk bantu indie developer. Tapi melihat tingkah laku mobile developer yang instan mengubah game mobile ke PC, saya jengkel saja.

      Tak hanya itu, konten dan gameplay mobile itu terbatas ketimbang gameplay di PC.

      Mobile game developer cocoknya di mobile game industry, not PC game industry. Sama halnya game-game bertipe RPG lebih sering muncul di console ketimbang di PC. karena PC selalu meminta “lebih”.

Komentar ditutup.