#0058: Takut dipublikasikan? Alasannya?

Ada suatu kisah, dimana private message Moderator suatu komunitas tidak mau dipublikasikan. Pertanyaannya? Kenapa tidak mau dipublikasikan? Takut dengan publik? Takut dianggap sesuatu yang negatif? Atau malu? Takut?

Saya menghadapi permasalahan di suatu komunitas, saya mencoba menghubungi suatu figur tertinggi di suatu komunitas tersebut, sebutlah Moderator. Setelah saya merasakan ketidakseimbangan diskusi antara saya dengan moderator (dibalas hanya 1 kali tanpa follow-up), saya mengakhiri diskusi tersebut dengan anggapan Moderator malas membalas saya, bahkan tidak peduli. Kenapa saya mampu menyimpulkan seperti itu? Karena jika respon anda tidak diikuti balasan, ada beberapa anggapan yang bisa terjadi, yang lebih sering adalah “Malas dan/atau tidak peduli”. Tak ada salahnya jika saya langsung menghakimi moderator tersebut karena saya sudah memberi 3 kali kesempatan untuk dia membantu saya mengatasi masalah ini.

Dengan disengaja, saya membuat tulisan yang menyertakan diskusi saya dengan Moderator.

….. waktupun berlalu ….. 

Tiba-tiba saya mendapatkan informasi bahwa saya tidak dibalas karena Moderator tidak mau private message-nya dipublikasikan. Dengan seketika, saya berpikir, “Kenapa?”

Saya memiliki pemikiran tersebut dikarenakan adanya kecendurungan bahwa saya dianggap bersalah, karena mempublikasikan PM (private message). Yah, saya tahu definisi PM (private message), yaitu fasilitas pesan pribadi yang bersifat 2 arah, penerima dan pengirim secara individual. Tapi, untuk figur moderator yang seharusnya bersikap mengacu pada peraturan yang ada dan bertindak pengambil keputusan dan keadilan, tidak ada salahnya bahwa saya berbagi diskusi kami ke publik. Karena saya sudah mengingatkan dia bahwa masalah ini dialami bukan oleh saya saja.

Ada beberapa (dugaan) alasan mengapa dia tidak mau dipublikasikan diskusinya:

1. Dia tidak bersikap yang diharapkan atau seharusnya.

2. Dia tertangkap basah bahwa dia memiliki kecendurungan untuk tidak peduli dengan masalah yang ada,

Berikut penjelasannya kenapa saya memiliki dugaan tersebut:

(1), sebagai sesuatu figur yang tinggi dan memiliki kekuasaan, setidaknya ada ekspetasi atau karakteristik yang diharapkan oleh komunitas. Yang memperkuat ada dugaan tersebut adalah karena komunitas tersebut memiliki aturan main sendiri. Sebagai figur tersebut, seharusnya ada tindakan pencegahan dan menyelesaikan masalah yang ada berdasarkan aturan-aturan yang diterapkan dalam komunitas tersebut. Dengan sikap dia yang mencoba menghindari diskusi ini, terlihat saja ketidak pedulian dia akan masalahnya. Dan hal tersebutlah yang tidak diharapkan oleh suatu komunitas. Yaitu figur yang memliki kekuasaan bersikap tidak peduli akan komunitasnya sendiri atau salah satu member komunitasnya.

(2), melanjut penjelasan (1), PM tersebut merupakan bukti nyata bahwa dia tidak peduli akan masalah dan hanya bergerak berdasarkan kekuasaan dia semacam request ban dan lock thread.

Intinya, sebagai suatu figur yang memiliki kekuasaan lebih terhadap komunitas tersebut, seharusnya ada sikap kepedulian lebih akan masalah yang terjadi di komunitas tersebut, dan tidak bertindak berdasarkan skalanya. Dan semua tindakannya harus transparan sehingga komunitas bisa menilai sendiri atau mempelajari masalah tersebut agar tak terulang kembali.

Masih banyak yang ingin saya paparkan perihal hal ini, semoga saya dapat mencarikan waktu luang untuk memperlengkap penjelasan saya dan opini saya.

#0058: Takut dipublikasikan? Alasannya?