#0546: Proteus Review

Informasi dalam cara menilai bisa lihat [disini]

Don't Starve
Proteus

Y. APDG: PROTEUS

Genre: Adventure, Indie, Casual

Developer: Ed Key and David Kanaga

Release Date: 31 Januari 2013

Price: $9.99

Buy on [Steam] or [Humble Store]

Setelah capek melakukan aktivitas di dunia nyata rasanya kita perlu istirahat, merilekskan pikiran. Mungkin ada yang bilang game bisa membantu mengistirahatkan pikiran dari segala masalah yang ada, tapi untuk game Proteus memberikan sebuah cara menyantaikan pikiran kita dengan sistem eksplorasi dengan musik experimental-nya. Proteus sendiri bisa dibilang merupakan game berseni yang melakukan eksperimen terhadap visual jaman dulu dengan musik elektronik. Perlu kesabaran dan pemahaman yang cukup tinggi untuk mengerti apa yang diinginkan developer terhadap pikiran pemain.

Gameplay: Sangat sederhana. Ingat Dear Esther? Yup, di game ini tidak ada yang perlu dilakukan selain mengeksplorasi pulau tak berpenghuni. Ada goal untuk setiap musim/level yaitu mencari titik perputaran dimana pemain akan melakukan penjelajahan waktu lebih cepat melewati musim saat itu. Pemain akan melewati berbagai musim dan akan mencapai end game. Benar, ada tamatnya game ini, tapi ini tergantung pilihan pemain untuk mengakhiri atau tidak. Lamanya permainan sendiri sekitar 15-30 menit. Relatif singkat, jelas game ini hanya untuk casual player yang ingin menyantaikan pikiran.

Visual Art: Mungkin ada yang bilang “jelek”, tapi pribadi, visualisasi pada game ini sangat menyentuh (tidak sangat indah loh). Setiap pergantian musim saya merasa tersentuh saja. Saya sulit mencari pemilihan kalimat ataupun kata yang sesuai, yang pasti game ini memiliki visual yang indah terlepas dari kekurangan pada segi realitasnya.

Sound & Music: Inilah yang membuat Proteus unik dan menarik. Musik yang didalam game ini bersifat eksperimental dan tergantung bagaimana sejauh mana pemain mengeksplorasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Suara dalam game ini juga sangat mendukung, saat pada malam hari yang menjadi bagian favorit saya.

Presentation: Game ini sebenernya memiliki cerita, cuman perlu kesabaran agar dapat melalui berbagai musim di game ini, dan baru bisa mengambil kesimpulan cerita sebenernya. Dengan minimnya dialog ataupun petunjuk, arti dari game ini juga membebaskan pemain untuk berinterpretasi sendiri mengenai ceritanya.

Verdict: Proteus merupakan game yang sangat casual, tidak perlu waktu berjam-jam untuk menjadi mahir di game ini. Hanya memerlukan waktu luang anda untuk menikmati indahnya pulau Proteus. Saya ingatkan lagi, ini merupakan game casual adventure, jangan berharap ada interaksi lebih dari game ini, game ini sudah sempurna dimata developer. Jadi, game ini wajib beli bagi para casual player yang sedang mencari game yang membuat pikiran anda menjadi rileks, santai, tanpa beban.

#0546: Proteus Review