#1006: Kentucky Route Zero Review

Informasi dalam cara menilai bisa lihat [disini]

Don't Starve
Kentucky Route Zero

Y. APDG: Kentucky Route Zero

Genre: Adventure, Indie

Developer: Cardboard Computer

Release Date: 23 Februari 2013

Price: $24.99

Buy on [Steam] or [Humble Store]

Ingat game The Walking Dead (bukan yang Survival Instinct)? Jika masih ingat pasti akan lebih mudah menyerap konsep penjualan yang dilakukan oleh salah satu developer indie ini, yaitu game Kentucky Route Zero. Kentucky Route Zero telah mendapatkan penghargaan pada Visual Art di IGF tahun ini. Sama halnya dengan TWD, game ini juga memiliki gameplay Point & Click. Saat ini, KRZ masih baru merilis satu ‘act’ adegan dan rencananya adegan kedua akan rilis bulan ini (entah kapan). Total adegan pada KRZ ada 5, yang akan rilis tahun ini secara bergiliran.

Gameplay: Gameplay yang diusung pada game ini tidak beda dengan TWD yaitu point & click disertai Role Play dengan berbagai opsi-opsi yang akan diberikan sepanjang permainan. Untuk pengendaliannya tidak lah repot, kesulitan ditemukan karena dibutuhkan ketelitian saat mengamati gambar ataupun memulai percakapan dengan adanya opsi. Untuk memainkan game ini saya sarankan untuk menikmati dan coba masuk kedalam game tersebut, menjadi karakter utama, dan bertindak semestinya. Karena tidak akan ada clue selain lokasi mengenai jalannya cerita.

KRZ Act I

Visual Art: Saya sangat suka dengan artnya, apalagi perpaduannya dengan sistem tumpukkan layer. Karakter yang ada didalam ini juga sudah memiliki kesesuain dengan perannya masing-masing. Gaya seninya juga menarik, seperti awan berbentuk ketupat (dan pohon juga), meski terlihat menjadi kaku karena patahannya, tapi hal tersebut membuat game ini menjadi unik sendiri. Satu hal yang menarik lainnya adalah soal transisi dan lightingnya. saat berganti posisi di suatu lokasi, ada transisi yang menarik disertai lighting yang sangat sesuai. Tak aneh dengan modal seperti itu bisa mendapatkan penghargaan Excellence in Visual Art. 

Sound & Music: Dimulai dari musik, musik yang ada didalam game ini hampir bergenre ambient electronic. Pribadi, saya menyukai genre tersebut. Salah satu musik yang bikin saya mengingatkan game Kentucky Route Zero adalah soundtrack dari The Bedquilt Ramblers – You’ve Got to Walk. Sound effect dalam game ini juga patut diacungi jempol. Suasana menakutkan pada saat datang ke Marquez Farm, sukses membuat suasananya semakin mencekam. Bagi saya, sound dan musik dalam game ini patut diacungi jempol.

 

Presentation: Ini inti dari game ini, presentasi game ini sendiri. Game ini mengusung konsep visual novel. Dialog yang digunakanpun kadang terlalu rumit untuk percakapan biasa (mungkin, gara-gara kemampuan bahasa inggris saya sangat rendah). Saya suka dengan sikap karakter terhadap situasi yang telah pemain memilih opsi percakapan. Memang ujung-ujungnya sama, tapi reaksinya memberikan kesan dinamis dalam game ini. Sayangnya, game ini hanya baru Adegan I, yang artinya sulit untuk menyimpulkan ide ataupun cerita yang ingin disampaikan dalam game ini

Verdict: Kentucky Route Zero merupakan game yang tidak selalu cocok untuk semua kalangan. Bagi para pecinta point & click adventure game ini wajib dicoba, tapi jika mempermasalahkan soal grafis yang tidak 3D, game ini tidak lah cocok. Meski mendapatkan penghargaan pada Visual Art bukan berarti untuk semua kalangan. Jadi, bagi pecinta Point & Click Adventure, jangan sampai ketinggalan untuk mencoba game ini.

#1006: Kentucky Route Zero Review