#1113: The King’s League: Odyssey Review

Informasi dalam cara menilai bisa lihat [disini]

Don't Starve
The King’s League: Odyssey

Y. APDG: The King’s League: Odyssey

Tak seperti biasanya, saya memainkan game non-PC-client yaitu game flash berjudul The King’s League: Odyssey. Hal ini juga tak sengaja saya temukan di group fb gamedevid (yup, saya iseng liat kesana karena grup lain sedang kebetulan gak ada aktifitas). Kebetulan juga saya lagi pengen buat Let’s Play, ya sudah, kenapa tidak buat let’s play game flash sekali-kali? Buatan developer Indonesia pula. Ini pertama kalinya saya memainkan game flash atau web-based jadinya, review saya bisa jadi agak melenceng dari yang diharapkan. Saya mencoba game ini karena sekilas lucu liat karakternya. haha. 

Genre: Simulation, Strategy

Developer: Kurechii

Release Date: 10 April 2013

Price: Free

Play on Kongregate

Gameplay: Seperti yang disebutkan diatas game ini berjenis simulasi dan strategi. Saya tidak ada referensi pembanding game lain (semacam prequelnya), jadi saya gak bisa banyak bicara soal perkembangan game ini sendiri. Satu hal yang bikin saya jengkel adalah game ini yah memang game flash, dan dengan pengendalian menggunakan mouse sangat melelahkan. Jika game ini rilis pada platform mobile dengan fitur touchscreen, barulah cocok. Jadi masalah pada gameplay hanyalah pengendaliannya saja, untuk performa gamenya sendiri bisa saya bilang menarik meski repetitif dan memang saya wajari untuk game flash seperti ini.

Fight Mode!

Visual Art: Seperti saya bilang sebelumnya, saya suka dengan artnya, lucu lihatnya. Meski setiap karakter bisa dibilang serupa dan terlihat generik hal tersebut saya wajari untuk game flash. Animasi untuk setiap karakternya juga tidak terlalu kaku, lancar. Tak banyak yang bisa saya komentari mengenai visual art untuk game flash.

Sound & Music: Mungkin ini yang paling sedikit variasinya, untuk bgm sendiri monoton sekali. Pribadi, saya gak bisa mendengarkan lagu yang sama lebih dari 20 menit. Untuk kecocokan dengan tema tidak perlu dipertanyakan lagi, karena sangat sesuai dengan suasananya. Saat bertarung, memiliki musik yang mendukung. Untuk sound effect sebenernya masih bisa dibilang kurang variasi, untuk setiap kelas memiliki sound effect yang sama, membosankan rasanya. Mungkin karena itu ada pilihan “without sound” di awal sekali permainan.

Presentation: Pada awalnya, presentasinya sangat menarik, memiliki plot cerita, tapi 20 menit memainkannya, tidak ada keterkaitan cerita lagi, dan serasa seperti endless game. Sayangnya, hal tersebut membuat saya kebosanan.

Wow, levelnya booo

Verdict: Game ini memiliki potensi untuk menjadi game yang menyenangkan, saat dimainkan secara casual di tablet ataupun platform mobile lainnya. Jangan terlalu berharap pada sound dan musik karena variasinya terlalu sedikit, dan untuk durasi yang lama, diperlukan pergantian musik agar pemain tidak terlalu bosan. Dengan visual art yang lucu, rasanya saya bisa memainkan game ini berjam-jam di tablet saya. Sayangnya, saya tidak begitu tertarik dengan genre seperti ini. Tapi bagi pecinta genre simulation, strategy, repetitive, roleplay, … wajib dicoba. :)

Video Let’s Play saya :

#1113: The King’s League: Odyssey Review