#0612: Element4l Review

Informasi dalam cara menilai bisa lihat [disini]

Element4l
Element4l

Y. APDG: Element4l

Genre: Action, Indie, Platformer

Developer: I-Illusions

Release Date: 24 May 2013

Price: $9.99

Buy on [Steam] or [Humble Store]

Sudah lebih dari beberapa hari saya giat memainkan game ini. Sederhananya, game ini sangat lucu untuk dilihat, nyaman didengar, dan menarik untuk dimainkan terus menerus. Dengan melabeli “eksperimental” saya menyadari game ini akan tidak seperti biasanya, maksud saya dari tingkat kesulitannya ataupun jenis gameplaynya. Awalnya, saya sempat menyerah dengan game ini tapi pada akhirnya, dengan kebiasaan dan latihan yang sabar akhirnya saya mampu menamatkan game ini. Yang membuat saya membeli game ini adalah dari soundtracknya yang benar-benar eksperimental tapi masih tetap nyaman didengar. Lanjut saja dengan reviewnya.

Gameplay: Ingat game Super Meat Boy? Dimana pemain harus melakukan aksi yang hampir sama berkali-kali demi menyelesaikan level. Yup, bisa dibilang element4l memiliki kesulitan yang serupa dimana pemain dipaksa untuk mengulangi aksi yang sama berulang-ulang hingga berhasil menyelesaikan tugasnya. Berbeda dengan pengendaliannya dibandingkan super meat boy, element4l hanya bermodalkan 4 navigasi yang mampu merubah karakter pemain menjadi berbagai elemen. Bawah, menjadi batu; Kanan, menjadi api; Atas, menjadi gelembung; Kiri, menjadi bongkahan es. Untuk menyelesaikan permainan ini dibutuhkan kombinasi navigasi untuk dapat menyelesaikan setiap level. Misal, dari api menjadi es, agar karakter dapat maju kedepan (ke kanan). Yang saya perlu ingatkan bahwa game ini awalnya memang sulit, perlu sekitar beberapa jam untuk menguasainya. Saya sempat rage quit karena gameplaynya yang bisa bikin stress, tapi saat saya kembali ke permainan lagi, akhirnya saya bisa menamatkannya dengan setelah melihat aksi pemain lama dalam menyelesaikan setiap level (curang, haha, ini pakai skill soalnya, tidak berpengaruh melihat permainan orang lain. Bahkan developernya menganjurkan untuk menonton terlebih dahulu).

Visual Art: Sederhana, ada 4 lingkungan dalam game ini. Dari ke empat-empatnya memiliki karakter tersendiri, semisal dari dominasi warnanya (Level api, didominasi warna merah). Berbicara karakternya, karakternya yang digambarkan sangatlah lucu. Dengan bermodal smiley face-nya dan bentuk elemen membuat karakternya enak dilihat. Untuk yang lain, sebenarnya tidak ada yang wah dari visual art dalam game, mungkin karena model siluet sudah pernah dilakukan oleh game limbo. Jadi, untuk visual art game ini sederhana (tidak jelek loh), berkarakter, dan biasa saja.

Element4l Gameplay

Sound & Music: Sesuai dengan label eksperimental, musik didalam game ini bergenre eksperimental. Penggunaan perkusi kromatik dan suara bising (noise)-nya mampu memberikan warna suara yang mungkin baru anda dengar pertama kali. Saat saya pertama mendengarkan musik ini saya langsung suka dengan musiknya. Saat dalam permainan pun lagunya tidak membuat anda jenuh dan bosan, bahkan membuat anda semangat mengulangi permainannya. Meski musik dalam gamenya bukan interactive music, tidak membuat musiknya mengurangi nilai gamenya sendiri. Untuk sound effectnya sudah bisa dibilang bagus dan memenuhi kriteria gamenya sendiri.

Presentation: Untuk cerita saya agak kurang mengerti apa yang ingin disampaikan oleh game ini, yang saya tangkap adalah kreasi pembentukan elemen sendiri atau makhluk hidup. Presentasi setiap akhir world stage, seakan tidak sesuai dengan tampilan lingkungan stagenya. Contoh, stage terakhir adalah lingkungan api tapi di presentasi sebelumnya tidak ada kaitan dengan stage terakhir. Jadi, video atau cut-scene setiap akhir level merupakan potongan cerita utamanya. Meski tidak ada kaitan di setiap levelnya, saya rasa maksud dari videonya bisa ditangkap dan dimaknai oleh para pemain.

Verdict: Tingkat kesulitan yang tidak begitu mudah membuat game ini memiliki replay-value yang tinggi. Kompetisi di fitur onlinenya juga membuat game ini tidak mudah untuk ditinggalkan. Bagi pencinta game yang memiliki kesulitan ataupun gameplay mirip dengan super meat boy, saya anjurkan untuk mencobanya. Bagi yang mudah stress dan rage quit, tidak ada salahnya untuk mencoba game ini, tapi jika iyah, yah game ini tidak cocok untuk mereka yang mudah rage quit. Bagi saya, game ini benar-benar dibuat dengan dedikasi, gameplay menarik, sound yang spektakular membuat game ini sebenarnya sangat cocok untuk dijadikan koleksi.

#0612: Element4l Review