#8841: Kuliah Umum Perihal Dinamika Penggunaan Lahan dan Keamanan Pangan

Tulisan ini tergolong sebagai jurnal dalam artian diari (rekaman berita, pengalaman) sehingga tingkat akurasi di informasi harap diperiksa kembali. Informasi mengenai tulisan ini bisa dibaca [disini].

Rasanya, sudah hampir 2 tahun saya tidak mengikuti yang namanya kuliah umum. Kuliah umum bisa diartikan sebagai kuliah tambahan yang diberikan oleh biasanya pembicara dari luar institusi (kampus) atau hasil undangan untuk memberikan semacam informasi/kuliah yang target pengetahuannya umum dan layak dihadiri oleh semua kalangan (untuk ini mungkin diartikan sebagai semua angkatan). Kuliah umum yang saya hadiri 2 tahun lalu berbicara tentang “Pentingnya Pengendalian Kualitas Dalam Manajemen Proyek” [klik disini]. Dengan hibernasinya otak saya selama beberapa bulan terakhir ini, saya agak kesulitan untuk menerima informasi bahkan mengolah lebih lanjut saat menghadiri kuliah umum (baca: lemot. hehe). Jadi, jangan harap konten yang saya tulis akurat dan cukup berbobot. Kalau ada kekeliruan dalam hal interpretasi (soalnya pengantarnya juga bahasa inggris, dan saya punya kesulitan dalam mendengar bahasa asing tanpa ada audio-boost. belum biasa saja rasanya) mohon dikoreksi.

Kuliah umumnya mengambil topik umum yaitu “Land Use Dynamic and Food Security” yang dipresentasikan oleh Prof. Andrew Millington dari Flinders University, Australia (School of the Environment). Ada 3 studi kasus dalam kuliah umum ini antara lain studi mengenai perubahan penggunaan lahan dan keamanan pangan di Australia, Dampak perubahan penggunaan lahan (terjemahan asli: Land cover) terhadap limpasan di DAS **** (lokasinya gak nyatet), Cambodia, dan sebagai penutup studi di Indonesia perihal perkembangan kelapa sawit di Riau. Karena pengantarnya bahasa inggris dan kemampuan saya untuk translating on-the-fly lemah banyak informasi yang hilang ditengah-tengah, alhasil banyak catatan yang patah-patah, dan tidak beraturan. Hasilnya bisa dilihat dari bagaimana saya merekonstruksi ide yang saya tangkap selama kuliah umum dimulai. Oh iyah, saya kebetulan merekam presentasi (sekitar 1 jam, kualitas lumayan bagi yang terbiasa dengar bahasa inggris).

Presentasi dimulai dengan studi di Australia. Karena saya memiliki wawasan yang kurang soal Australia, jadinya saya gak begitu ahli menarik benang merah topik dengan lokasinya. haha. Pada umumnya, perkembangan suatu lahan selalu ada disetiap lokasi. Dari yang awalnya sekedar lahan kosong berkembang lanjut menjadi tempat pedesaan menjadi perkotaan, dan akan berkembang terus-menerus tergantung situasi dan kondisi. Adanya peningkatan pada populasi urbanisme mempengaruhi perubahan penggunaan lahan. Megacity sudah mulai menjadi tren saat ini dengan 10 juta penduduknya.

Bertambahnya populasi juga membuat adanya kesadaran akan produksi dan keamanan pangan. Keamanan pangan bukanlah masalah mengenai jumlah produksi pangan yang dihasilkan melainkan kemampuan untuk mendapatkannya atau distribusi pangan.

Tren yang dihadapi secara global saat ini adalah bertumbuhnya jumlah penduduk dalam kota. Dengan pertumbuhan jumlah penduduk, membuat kota akan berkembang berdasarkan kebutuhan tempat tinggal atau kebutuhan khusus lainnya (industri, dlsbnya). Dampak dari fenomena tersebut adalah kemampuan kota untuk memproduksi pangan. Padahal, dengan meningkatnya atau memadatnya suatu kota untuk menjadikan sebagai tempat tinggal atau kebutuhan lain selain agraris, permintaan terhadap pangan akan meningkat sedangkan lokasi produksi pangan tidak ada. Alhasil, seperti yang disebutkan sebelumnya kesulitan mendapatkan pangan membuat pemerintah mempunya kesadaran akan kemanan pangan.

Peta Land Use bisa diperoleh dengan melakukan teknik menimpa (overlay) penggunaan lahan setiap durasi tahun yang direkam. Perkembangan suatu populasi akan mengacu pada sumber air. Sumber air berperan penting dalam perkembangan penduduk. Rangkaian perubahan tata guna lahan dapati dimulai dari rural – peri-urban – urban. Beberapa elemen yang diperhatikan untuk konsep urban-rural continuum antara lain: Resident, Industry & Commercial, Urban, Agricultural.

Studi di Australia berakhir dan dilanjutkan ke dampak perubahan guna lahan terhadap limpasan. Banyak istilah teknis, atau setidaknya ilmu hidrologi, semacam hubungan angka/index/konstanta terhadap guna lahan. Tapi di studi ini gambaran besarnya, karena ada perubahan guna lahan menghasilkan limpasan (air hujan yang mengalir langsung dipermukaan) semakin besar, dan artinya elevasi banjir semakin besar (tentunya debitnya juga makin besar kan?). Pengendalian kerusakan juga akan semakin sulit. Di studi ini sempat diberikan gambaran grafik antara hubungan dampak guna lahan terhadap limpasan.

Kemudian lanjut ke studi budidaya minyak sawit di Riau. Dan fokus ke dampak sistem produksi pedesaan dan layanan ekosistem. Di studi ini banyak info yang saya tidak tangkap, ntah karena pembicara tidak menggunakan mic (mic-nya seharusnya yang tipe miniatur, yang tempel saja), atau sayanya flat cupu kemampuan nerjemahinnya. Yang saya tangkap adalah, di lokasi tersebut lebih fokus ke budidaya minyak sawit dibandingkan pemanfaatan ke bidang agraris lainnya. Tapi tidak mudah, karena minyak sawit merupakan komoditas negara.


Sesi tanya jawabnya gak saya tulis, karena sayanya dah cape ngetiknya. haha. Bagi yang hadir dan pengen nambahin yah dipersilakan untuk berkomentar. :) Kuliah umumnya bermanfaat, hanya saja, dengan gangguan teknis membuat terdapat informasi yang ditelan angin. haha. Semoga pihak panitia sendiri bikin semacam laporan atau informasi detail perihal kuliah umum ini.

#8841: Kuliah Umum Perihal Dinamika Penggunaan Lahan dan Keamanan Pangan