#3012: Menarikkah Teknik Sumber Daya Air?

Tulisan ini tergolong sebagai jurnal dalam artian diari (rekaman berita, pengalaman) sehingga tingkat akurasi di informasi harap diperiksa kembali. Informasi mengenai tulisan ini bisa dibaca [disini].

Hari sabtu kemarin (9/21), saya menghadiri seminar nasional dalam bidang teknik sumber daya air dengan judul seminarnya adalah “Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Perkotaan”. Seminar ini diselenggarakan di Universitas Katolik Parahyangan dengan kerjasama berbagai lembaga dan institusi terkait. Acaranya dimulai dari jam 8 am – 5 pm. Saya kurang mengerti juga sih peserta yang hadir disini, antara profesional atau akademisi (pelajar/mahasiswa). Asumsi saya sih untuk para mahasiswa/akademisi dibandingkan praktisi atau profesional. Tapi bisa saja informasi yang diadakan di dalam seminar bermanfaat juga untuk para profesional. Ntahlah, mungkin saya salah tangkap atau bagaimana, saya yang belum mengenal dunia kerja dalam bidang terkait mungkin bisa jadi salah mengartikan pemahaman dari seminar ini diadakan. 


Sebelum saya mau ceritain apa isi seminarnya, saya harus mengikuti aturan yang saya buat untuk blog ini, yaitu menulis pengalaman pribadi akademis atau tidak (info: saya tidak akan membahas topik yang ada di dalam seminar, melainkan pengalaman saya saja di seminar. Jadi maaf, tulisan ini fokus ke pengalaman dibandingkan pengetahuan. haha). Saya daftar seminar ini sekitar 2 minggu sebelumnya (tanggal 5 September) dengan harga mahasiswa S1 (mixed feeling. haha). Jadi di agenda saya sudah tercantum untuk hadir nanti di tanggal 20 september. Di hari H sebenarnya ada rasa males karena lagi sibuk juga, nyusun skripsi belum jauh selesai, terlalu kebanyakan scribble dibanding tulis langsung. Ntah deh itu tergolong bagus atau tidak. Ditambah lagi belum menghadap (meski sempat berpapasan waktu di seminar), asumsi saya bakal diomelin ntar di minggu depan. Minggu ini rasanya banyak sekali gangguan dari brengseknya layanan Indosat Costumer Care yang kerjaannya tidak membantu permasalahan saya sejak dari 2 bulan lalu. Diskusi komunitas yang semakin lama, semakin membosankan, dan kerjaannya hanya trolling. Mungkin toleransi saya terhadap orang itu di minggu ini sedang rendah-rendahnya, jadi lebih mudah salty. Sebenarnya saya agak bingung juga untuk menuliskan kesimpulan atau rangkuman dari acara ini. Setiap informasi sudah bisa baca di berbagai blog yang membahas tema yang sama. Jadi maaf yah, ini isinya hanya susunan acara dan akan murni membicarakan pengalaman saya di acara seminar nasional saja.


Tidak banyak yang saya tulis dalam seminar ini, fokus saya untuk menulis hanya pada presentasi pertama yang bertema tata kelola air dan tingkat kelayakhunian kota. Itupun, topiknya cukup umum. Para peserta diberitahu soal permasalahan yang ada di Indonesia, atau tepatnya sih memperjelas masalah yang sekarang dihadapi. Terdapat istilah-istilah yang saya kurang mengerti, bukan bahasa teknis tapi maknanya atau maksudnya saja sih. Di dalam seminar ini berbicara perihal penanganan sumber daya air. Kondisi bebas banjir, ketersediaan air, dan daya tarik mungkin menjadi poin utama dalam seminar ini. Yang saya dapat pahami dalam diskusi ini adalah bahwa Sumber Daya Air (SDA) selain sekedar fungsi sebagai pengusir bencana dan penyedia kebutuhan juga diperlukan sebagai alat kompetisi dengan menambah daya tarik SDA itu tersendiri. Kalau saya tidak salah dengar, rencananya sudah berjalan dan mungkin bisa kelihatan efeknya nanti tahun depan. Ohyah, ini untuk lokasi bandung saja. Sampah, Sedimentasi, Kapasitas, kekumuhan dikatakan sebagai permasalahan yang biasa muncul di perkotaan. Setelah menyebutkan 4 masalah tersebut, dipresentasikan berbagai solusi untuk tiap masalah.

Seminar Nasional Teknik Sumber Daya Air 2014: Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Perkotaan
Seminar Nasional Teknik Sumber Daya Air 2014: Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Perkotaan

Seminar kemudian  dilanjutkan dengan diskusi soal Pengelolaan Sumber Daya Air. Informasi yang didalam presentasi ini tergolong faktual dan didominasi dengan informasi angka, grafik. Pribadi, saya belum memahami grafiknya atau tidak bisa menentukan kondisi baik dan buruknya karena kurangnya pengalaman. Jadi saat dikasih grafik kayak seluncuran rollercoaster masih agak bingung tentang kondisi aktualnya. Kebanyakan, mata saya melihat kedepan hanya saja pikiran saya gak kesampean untuk memroses apa yang sedang disampaikan. Ditambah ngantuknya, dan itu bukan karena presentasinya tapi memang saya bangun di waktu subuh/dini hari sekitar jam 2-3an, yah jadinya ngantuk deh.

Waktu yang saya tunggu-tunggu adalah makan siang. Hehe. Terlebih lagi saya belum sarapan karena bakal dapat konsumsi yang bisa ganjel perut untuk sarapan. Untuk menunya bisa saya acungi jempol. Saya suka dengan menu yang ada karena enak. Entah karena sayanya yang memang kelaperan dan bilang yang saya makan itu enak atau memang legit enak.

Sesi presentasi pemakalah sudah dimulai, dan dengan modal makan siang tadi, yang tadinya ngantuk jadi tidak. haha. Saya mengikuti yang diacarakan di gedung serba guna. Berikut beberapa judul yang bikin saya tertarik:

  • “Invensi Model Intensitas Hujan Untuk Kawasan Kota Bandung”: Saya tertarik pada judul ini karena adanya kata “Invensi” Invention. Kebetulan saya punya ketertarikan pada yang namanya pengembangan/penemuan teknologi ataupun konsep. Agak sulit sih saya untuk memahami diskusi ini karena wawasan aktual saya bisa dibilang tidak ada. haha. Mungkin setelah saya baca papernya ada yang nempel. Tapi yang saya tangkap adalah dari data-data dibuat semacam pola kecenderungan data hujan, nah dari bentuk tersebut formula yang telah diuji ini bisa diaplikasikan untuk lokasi Indonesia. Untuk penggunaan model ataupun tahapnya sih, saya juga gak ngerti. haha.
  • “Kajian Sistem Tanggap Darurat Bencana Banjir dengan Memperkirakan Waktu Penjalaran Debit Puncak Banjir”: Yang bikin tertarik adalah teknologi informasi yang digunakan. Hanya saja, presentasinya fokus ke perhitungan, wawasan, padahal pribadi saya cukup penasaran bagaimana sebuah sistem informasi dari lokasi tertentu dilempar ke pusat lalu diolah dan dijadikan sebagai takaran daruratnya. Sayang, waktu 15 menit rasanya tidak cukup untuk menjelaskan kajian ini. Meski yang dibahas mungkin hitungannya atau ilmu hidrologinya, setidaknya informasi teknologi buat saya penasaran saat menonton makalah ini.
  • “Model Pemantauan Genangan Banjir Sungai Code”: Makalah ini ternyata diakhiri dengan pengembangan program. Wah, saya langsung penasaran banget. Apa yang dikembangkannya. Terlebih lagi programnya merupakan lanjutan dari olahan data dari program lainnya berupa HEC-RAS. Sayangnya aspek programnya gak dibahas juga sih. Yah mana mungkin juga sih fokus ke pengembangan programnya, toh ini seminar TSDA. Entahlah, saya selalu dapat impresi bahwa gak ada yang peduli dengan pengembangan program di bidang SDA. Yah maksudnya kalau programnya gak jauh lebih bagus HEC, yah mungkin gak ada yang mau make. haha.

Setelah beres membicarakan makalah, ada informasi mengenai sertifikasi HATHI. Saya kurang tahu dengan merespon berita ini, apakah bagus atau tidaknya saya tidak tahu. Bahkan melihat rangkaiannya saya jadi mikir lagi apakah bidang TSDA bagus dalam karir atau tidak. Lihat animo para panitia sih saya liatnya dibutuhkan untuk tenaga kerja dalam bidang TSDA. Ketertarikan saya di bidang TSDA tidak jauh dari aspek pengembangan teknologi yang cukup jauh di Indonesia. Karena karakteristik dalam SDA tiap negara bahkan wilayah memiliki keunikan masing-masing saya melihatnya sebagai kesempatan untuk mengembangkan sesuatu informasi/pemahaman/teknologi yang memudahkan atau membuat generalisasi dalam bidang TSDA. Alasan itulah kenapa saya memilih bidang TSDA terlepas dari popularitasnya di jajaran KBI Kampus. Saya melihat aspek teknologi yang bisa dikembangkan dalam sisi perangkat keras ataupun lunak (meski pribadi, saya cenderung ke lunak dibandingkan yang repot dengan fisik). Informasi tentang permasalahan sistem teknologi dan informasi didalam bidang Teknik Sumber Daya Air juga sangat minim. Saat saya ke PSDA, dikeluhkan bahwa pengolahan data (dalam artian pengumpulan, database) terdapat kekeliruan. Mungkin nantinya saya juga tertarik belajar spesialisasi ke manajemen data. Tapi entahlah, cerita saya belum dimulai sebelum saya mendapatkan gelar. Lihat saja nanti deh.

Acara diakhiri dengan pembacaan kesimpulan, penutupan dan yang penting adalah doorprize. Doorprize semuanya dimenangkan dari Itenas. :( Saya pulangnya ga bawa apa-apa deh, padahal lumayan tuh HDDnya.

Ohyah, catatan terakhir, maaf untuk tidak menyantumkan penulis pemakalah atau pembicaranya. Bagi yang tertarik bisa cari di Internet (harusnya sih ada), atau kontak saya langsung.

#3012: Menarikkah Teknik Sumber Daya Air?