#0021: Mampir (lagi) ke Trans Studio Bandung

Kemarin, tepatnya 22 September 2014, saya liburan ke Trans Studio Bandung. Bagi yang belum tahu atau mau cari tahu soal Trans Studio Bandung bisa coba cari di Google. Sederhananya, Trans Studio Bandung merupakaan Indoor Park. Yah semacam DuFan (Dunia Fantasi) di Jakarta. Yang isinya tidak jauh dari wahana menegangkan atau menyenangkan. Saya gak akan cerita banyak soal wahananya, toh ini bukan review juga. haha. Ikuti saja petualangan yang kami lalui selama di Trans Studio Bandung.

Jpeg
TR-NS!

Kira-kira sampai di lokasi jam 11an. Tidak begitu ramai juga sih untuk hari senin, karena biasanya hari senin merupakan hari “libur”nya orang-orang yang sibuk di weekend. Karena lagi promo dan kebetulan ada tiket, tiket masuk untuk 2 orang jadi 1 tiket yaitu sebesar Rp. 150k (weekday), 250k (weekend). Yah jadi masing-masing orang bisa dibilang bayar 75k (ya iya lah, toh tinggal dibagi 2). Tanpa pikir panjang sih langsung masuk, karena bukan pertama kalinya juga ke TSB. Cuman saya baru pertama kalinya jalan-jalan di Taruma Sakti Mall Trans Studio Mall (TSM), sempat bingung juga masuk darimananya. haha.

Karena jamnya agak mepet dengan aksi teater “Kabayan goes to Hollywood”. Jadi setelah muter-muter gak jelas karena kebingungan mau ngapain, akhirnya langsung ke teaternya. Nonton semacam kabaret sih. Impresi saya untuk KGTH, ntahlah, pribadi sih, biasa saja. Premis ceritanya, meh. Rasanya standar banget untuk kabaret populer. Tapi tontonan itu mestinya cocok sih untuk semua umur kok. Memang mungkin selera humor saya yang terlalu rendah saja jadinya selalu memasang tampilan serius >:(. Yang saya suka dari shownya mungkin dari aransemen musiknya yang unik dan mengadaptasi dengan baik dari lagu-lagu populer. Meski dibagian mixing sih, ntah deh. Saya jarang juga nonton dengan gaya loud speaker to the max. haha. Akhirnya sih, saya menikmatinya meski dengan cerita pasarannya.

Ini ngapain ya?
Ini ngapain ya?

Setelah beres nonton, ngapain yah? sudah lupa lagi nih. Sisanya sih diisi dengan makan siang, jalan-jalan, foto-foto sambil menunggu jam 4 yaitu jamnya parade dimulai. Sambil menunggu sih diisi dengan makan-makan. MUAHAHAHA. jadi makin lebar saja sih. Ohyah, sempat ke wahana Bolang (Bocah Petualang), Science Center, dan Museum Broadcasting.

Singkat cerita ke jam 4, ada parade. Menarik paradenya. Kerlap-kerlip, gak kaya dulu. haha. Baru ada modal kali yah. Sayangnya, saya males foto-foto.

— dah mulai ngantuk nih ~_~.

Acara parade ditutup dengan pertunjukkan panggung. Seperti biasa, ceritanya biasa saja bagi yang kebanyakan sering acara-acara pertunjukkan panggung ataupun film. haha. Tapi pertunjukkan panggung ini bukan sekedar kabaret, ada atraksinya juga. Salah satunya yaitu Ilusi/Sulap, yang sayangnya sedikit orang yang menepokinya. haha. Memang sih, biasa saja, tapi sedikit apresiasinya dari penonton. Mungkin yang rombongan sudah pada pulang semua, jadi gak ada seksi tukang heboh di kerumunan penonton.

Setelah beres nonton mermaid, baru deh saya main-main wahana yang menegangkan seperti Jelajah, yang luncuran air. Basah kuyup sih jadinya. Tapi dari semua wahana yang pernah saya coba disana, wahana jelajah itu yang paling saya suka. Meski sekedar free fall doang. Coba negeri raksasa yang wahana naik turun. Seru sih, cuman biasa aja sih. haha. Lumayan sih angin naik turunnya untuk ngeringin yang tadi basah gara-gara wahana Jelajah. Diakhiri deh sama wahana yang Rollercoaster dari Yamaha. Saat saya naik wahana (kebetulan sendiri ngantrinya) saya 1 baris/kereta dengan yang sendirian juga. Waktu coaster dinyalakan, sebelah saya sampai teriak. Saya sempat bingung antara teriak ketakutan atau kegirangan. Di lain sisi, saya hanya diam saja seperti patung. haha. Sampai selesainya, ditanya sama yang disebalah saya, “Kok gak ngejerit?”. Saya jawab sudah pernah saja. Haha. Tapi sebenarnya waktu pertama kali coba juga biasa saja. Ntahlah, mungkin saya sudah berpengalaman naik angkot di Bandung dengan gaya rollercoaster. Di goyang kiri sama kanan, ngebut maju mundur, naik turun karena nekat gak peduli sama polisi tidur. …. sudah biasa. haha.

Sekian deh, perjalanan di Trans Studio Bandung. Gak seru yah, gak ada foto-fotonya. Haha. Kalau penasaran, silahkan saja kesana, bagi yang punya KTP Bandung sih, ntar juga dapet diskon/promo 1 harga tiket normal untuk 2 orang. Yah buy one get two gitu deh. Kalau diluar kota mungkin bisa cari yang punya kupon ke pegawainya. haha.

#0021: Mampir (lagi) ke Trans Studio Bandung