#1139: Hari Berpadu Peristiwa

Huaa, sudah lama rasanya tidak berbicara kejadian ataupun mengenai kehidupan ataupun lingkungan pribadi saya. Entah deh berapa lama dan sejauh mana saya bisa memutar balik rekaman pengalaman sekitar 1 ataupun 2 bulan terakhir ini. Untungnya, beberapa kegiatan luar selalu saya catat pada kalendar saya, kecuali yang sifatnya spontan. Setelah membuka kalendar ternyata kegiatan yang tercatat hanya dari bulan juli. Haha. Perbulan kemarin saja mulai memperbaiki jadwal agar lebih rapih, terencana saja. Terlepas hasilnya sih, setidaknya sudah ada rencana. haha.

Duolingo dan Bukbar SMA

12 Juli 2015, Hari ini, atau esok harinya, saya mencoba mengambil tes bahasa inggris di Duolingo test center. Singkatnya, Duolingo test center mengadakan semacam tes kemahiran berbahasa inggris yang mampu dibandingkan dengan hasil penilaian dari tes lainnya, dalam hal ini TOEFL. Tanpa persiapan yang matang, saya memberanikan diri untuk mencoba tes ini langsung. Hal tersebut dikarenakan pada halaman tanya jawab disarankan untuk tidak melakukan persiapan. Mungkin nanti akan saya jelaskan kembali dengan pos yang terpisah. Akhir tesnya, memuaskan! Hasil yang saya peroleh sebesar 8.1 dari skala 10. Dan dari hasil tersebut saya bisa disebut Proficient. Dari halamannya disebutkan bahwa arti angka atau sebutan tersebut bahwa saya mampu memahami berbagai makna implisit atau kiasan yang tersembunyi dalam perbincangan ataupun tulisan, dan dapat menggunakan bahasanya secara leluasa dan efektif untuk kebanyakan kegiatan sosial, akademis dan profesional.

Kesannya menakjubkan? Haha. Saya ambil tes ini karena saya butuh dukungan orang lain sejauh mana sebenarnya kemampuan saya dalam berbahasa inggris. Meski dalam tesnya sendiri, banyak keraguan, tapi setidaknya saya akan semakin berani untuk mengambil tindakan ataupun diskusi dalam berbahasa. Yah saya anggap tes ini hanyalah mengungkapkan potensi saya dalam berbahasa dan mengukur sejauh mana memahami bahasa asing. Perlu diingat juga sih, kalau bahasa inggris merupakan bahasa asing di Indonesia. Jadi, yah saya sih cukup senang saja dapat nilai segitu meski saya tergolong pasif untuk penggunaannya (pasif dalam artian menulis dan berbicara).
Di hari yang sama, saya juga bertemu dengan teman lama SMA dalam acara buka bareng. Acaranya diadakan di Beehive Cafe & Eatery, Bandung.

Buka Bareng IPA 1
Buka Bareng IPA 1

Acaranya cukup ramai karena lebih dari 10 kepala yang hadir dalam acara tersebut, sudah beberapa teman yang sudah membawa anaknya dan pasangannya ke dalam acara tersebut. Tentunya, pribadi, saya yang tidak memiliki pasangan ada rasa tak nyaman. Tapi tergolong umur saya bisa dibilang muda, saya bisa bernafas lega. Tapi sebenarnya hal tersebut tidak membuat saya enggan untuk bertemu atau sekedar bersapa dengan wajah-wajah lama di waktu masa sekolah dulu. Ah, saya yang saat itu (dan sekarang. :() belum memiliki pekerjaan saja berani. Yah, menyapa saja tidak ada salahnya. Saya rasa juga yang lain tidak keberatan. Mungkin kalau kamu punya berpikiran bahwa kamu tidak sukses atau apa, datang saja ke reuni. Tentunya orang yang kamu temui di waktu sekolah bisa berubah dan bisa tidak.

Meski durasinya cukup singkat, setidaknya dari waktu singkat tersebut, saya bisa bertemu dengan rekan sekolah dulu. Saya senang untuk mereka yang sudah mulai berkeluarga, berprofesi, bahkan ada yang bersemangat untuk menyelesaikan studi. Dan saya tergolong pendiam selama acara tersebut, yah mungkin saya tidak memiliki bahan perbincangan dan memang saya tidak begitu pandai masuk dalam perbincangan terlebih lagi. Masa sekolah yang sempat bersifat bersegmentasi atau “ngegeng” membuat kesempatan saya gabung akan sukar. Tentunya ini bukan salah siapa-siapa, just the way it is and it’s not harmful. Sayangnya, “geng” saya tidak hadir pada acara tersebut. Sangat disayangkan, karena saya juga bingung sendiri saat yang lain berdiskusi atau bercanda “Inside jokes”.
Yah jika ada kesempatan, dan meskipun saya berada di posisi atas maupun bawah, tulisan ini mudah-mudahan mengingatkan seberapa menyenangkan acara tersebut dan bersemangat dalam berpartisipasi dalam kegiatan yang tergolong jarang.

Bicara Beehive Cafe & Eatery, Bandung. Untuk harga, ergh, mahal. Pribadi, untuk tempat, cafe ini memberikan pelayanan yang baik disertai layanannya yang responsif. Bagi yang tidak memikirkan biaya dan mengutamakan kenyamanan berdiskusi dalam durasi singkat maupun panjang, tempat ini masuk ke dalam daftar rekomendasi. Jika berbicara harga disertai rasa makanan/minumannya. Saya tidak cukup merekomendasikannya. Mungkin saja karena saya memesan menu ramadhan, cita rasa yang disajikannya bukan kehebatan dalam cafe tersebut, tapi melihat harga dan daftar makanan, saya tidak merekomendasikan cafe ini untuk yang mengawasi budget. Rasanya ada cafe atau resto yang menawarkan tempat dan layanan yang serupa atau lebih baik dengan harga makanan dan cita rasanya yang baik juga. Lihat tempatnya juga ini cocok untuk kegiatan berkumpul teman-teman, kalau tidak salah ada tamannya juga, tapi karena malam hari waktu acara tersebut tidak begitu terlihat bagusnya.


Menjelang Hari Raya

Dari hari tersebut, sampai tanggal 17 juli 2015, waktu saya digunakan untuk memperbaiki resume saya atau melihat lowongan pekerjaan. Meski pada waktu rentang tersebut, saya tidak mencoba untuk mengirimkan lamaran kerjaan saya. Yah, yah, yah, saya memang pemalas saat itu, tapi bukan berarti saya malas sekarang. Haha, pembelaan diri nih. Beberapa resume saya siapkan untuk setelah hari raya Idul Fitri. Memang sangat tidak baik menunda, dan saya baru menyadari hal ini. Mudah-mudahan, kamu dan saya sendiri, mengingat bahwa harus menggunakan kesempatan waktu yang tersedia seoptimal mungkin untuk pribadi sekarang maupun ke depan (pekerjaan). Tak banyak yang saya lakukan pada masa-masa tersebut, selain membuka berbagai situs, dan membaca buku-buku yang menarik. Saat itu saya melatih diri saya dalam berbahasa. Meskipun pada waktu itu saya terlallu banyak lelah dan kelaparan (namanya juga puasa. hehe) dan akhirnya kembali ke kasur ataupun kegiatan di depan komputer tanpa memaksa otak berpikir (nonton ataupun bermain game). Saya waktu itu, mondar-mandir di livemocha.com untuk mengoreksi berbagai orang asing yang sedang belajar bahasa Indonesia.


Selamat Hari Raya Idul Fitri

17-18 Juli 2015, Hari Jumat-Sabtu, Hari raya Idul Fitri diadakan. Berbeda dengan tahun lalu, keluarga saya hanya mengunjungi beberapa rekan ataupun keluarga lainnya di rumah ataupun sekitar Bandung. Untuk tahun ini, saya dan sekeluarga pergi ke Banjar, Ciamis. Saya tidak pandai menyebutkan untuk orang-orang yang kami kunjungi. Lihat saja dari foto-foto dibawah ini yang menunjukkan petualangan saya dan keluarga dalam mengunjungi banjar, ciamis dan sekitarnya.

 

Kami kembali ke Bandung pada Sabtu sore hari dan sesampainya ke Bandung pada Minggu pagi hari. Karena kakak ada yang bekerja pada hari Minggu, kami kembali ke Bandung hari sabtu. Meski kami semua tidak keberatan untuk mampir ke tasik dan menginap satu malam lagi. Yah akhir kata, mudik ini ada senang dan dukanya. Sempat tersiksa di perjalanan karena macetnya, belum lagi udara atau suhu/panas-nya daerah sana dibandingkan di Bandung. Saya merasakan kenikmatan hidup di daerah-daerah tersebut. Dan mungkin suatu saat, saya bisa tinggal di daerah tersebut. :D


Reuni SMA Jilid 2

Pada tanggal 21 Juli 2015, saya bertemu teman waktu sekolah SMA (lagi) untuk acara temu-sapa dan bersilaturahmi karena masih tersisa semangat-semangat dari hari raya Idul fitri 4 hari yang lalu. Bedanya dengan reuni sebelumnya yang terkemas melalui buka bareng, saya dan teman lain hanya bertujuan untuk tatap muka saja dan menyapa bagaimana jalan kehidupannya sekarang. Berbeda dengan saya yang terkesan jalan (bahkan diam) di tempat, teman lain memiliki cerita yang menarik.

Reuni ini memang tidak satu kelas, melainkan hanya grup kecil yang kami pernah bentuk waktu melalui masa sekolah di SMAN 23 Bandung. Grup tersebut membungkus dirinya dengan label K-Bel yang berarti Kelompok belajar. Tentunya grup ini tidak tertutup pada waktu itu, terbuka oleh semua orang yang terjebak dalam laboratorium komputer dan menghabiskan waktu setelah bersekolah dengan belajar komputer ataupun materi sekolah lainnya (Bobot pekerjaan rumah waktu SMA tidak seberat kuliah, jadi bisa dikerjakan dengan cepat atau esok paginya).

Senyum setelah melahappP!
Senyum setelah melahappP!

Waktu untuk temu dan silaturahmi ini diadakan saat sore hari dan setelah jam kerja usai (Jam 5 sore). Ada yang sedang cuti sampai tanggal 26, ada juga yang hari rabunya sudah kembali kerja (22 juli). Satu persatu anggota “geng” bermunculan. Tentunya, ini bisa dibilang lebih dari 5 tahun kita bertemu lagi, wajah, bentuk, dan tentunya postur badan bisa berubah. Saya sendiri yang ada semakin lebar. haha. Akhirnya semua orang sudah berkumpul (minus satu), kami makan di D’Cost BIP lantai paling atas (Lantai 3 sepertinya). Tentunya, makan di D’Cost lebih menyenangkan karena satu menu bisa untuk semua orang yang ingin mencicipinya. Dengan format seperti kekeluargaan, kami pun bercanda ringan dan berbicara hal yang acak yang kami sendiri pun tidak jelas. Yup, kami tidak menghabiskan waktu apa yang kita kerjakan sekarang, melainkan bernostalgia sebetapa polos dan bodohnya kami semua waktu sekolah dulu. Hahaha. Momen yang sangat menarik dan tidak akan ada habisnya. Tak sabar bagaimana jika kami bertemu kembali 5 tahun kedepan, mudah-mudahan saya masih ada dan mampu untuk bertemu kembali karena hal seperti ini saya nantikan. :)


Kepanasan di Jakarta

Lanjut ke tanggal 26 juli 2015, saya ikut dengan teman saya ke Jakarta dan bermain ke kosan dan tempat kerja teman. Yah, waktu itu saya ingin mencoba saja ke jakarta biar saya bisa merasakan bagaimana nantinya. Yah, yah, yah, saya belum pernah ke jakarta melalui travel (kalau ke jakartanya sih pernah) dan bermain pada umumnya. Jadi kesempatan ini saya gunakan untuk berkenalan dengan Jakarta jaman sekarang. Tak banyak yang kami lakukan sesampainya di Jakarta selain bermain di Kota Casablanca. Tentunya yang bikin saya kaget adalah udaranya yang cukup panas, meski tidak berbeda waktu saya ke Serang atau Banten. Dan saya mulai tersadar bahwa stamina saya lemah sekali karena untuk melakukan perjalanan dibawah 4 km dengan udara seperti itu saya sudah kecapaian berat. Haha. Semenjak itu dan sampai sekarang saya mulai melatih diri untuk berolahraga ringan berupa berjalan kaki saat pagi hari maupun malam hari saat kemana-mana yang masih terjangkau di dekat rumah (yah radius 1-2 km). Belum lagi udara di tempat proyek pastinya bisa lebih panas. Jadi, persiapan diri saya untuk (jika) mendapatkan pekerjaan ataupun tugas nantinya ke tempat proyek tidak langsung kelelahan.

Kurang dari 12 jam, saya sudah kembali ke bandung karena hari Selasa-nya (28 juli) ada Job Fair yang ingin saya hadiri.

Dan bertemulah hari inI! :) Sekian dan terima kasih. :D

#1139: Hari Berpadu Peristiwa