#1179: Tenang, itu hanya status facebook!

Rasanya bosan membahas dunia internet apalagi sosial media. Terkesan drama ataupun yang dipaksakan jadi drama pun bermunculan di tampilan halaman utama facebook saya. Terkadang hal yang ada di halaman utama facebook saya bisa menghibur saya, atau membuat jengkel saya. Apakah linimasa facebook memang mayoritas berisi seperti itu?

Menjadi Kurator Tampilan Facebook Anda

Sederhananya, tidak. Tampilan utama (newsfeed) facebook selalu menyesuaikan dengan ketertarikan ataupun seberapa seringnya anda berkontribusi/komentar terhadap jenis pos seperti itu. Jadi, halaman utama facebook yang sering anda sindir tidak bermutu dan isinya berita gak jelas, itu karena Anda tidak memulai memfilter linimasa anda atau memang tidak disadari bahwa Anda tertarik dengan berita seperti itu. Jadi, halaman utama anda isinya berita gak jelas, mulailah menjadi kurator newsfeed anda sendiri. Anda bisa memberitahukan facebook untuk menghilangkan pos sejenis tersebut. Jadi, ketika Anda mengeluh kenapa timeline anda isinya tidak sesuai dengan kemauan Anda, yah karena konten tersebut lah yang Anda sering lihat, klik, komentar. Silahkan atur kembali aturan tampilan utama facebook anda.

Satu hal yang sekarang bikin saya jengkel adalah status facebook berubah seperti blogpost. Saya melihat kenangan saya di facebook 5 tahun lalu kebelakang, isinya status layaknya twitter, mau pergi, bikin status, baru baca buku, bikin status, nemu hal yang menarik, bikin status, punya opini spontan, bikin status.

Sekarang? Status facebook seakan-akan seperti sumber berita kebanyakan orang. Refleksikan diri Anda berapa lama anda menghabiskan waktu hanya dengan membuka facebook? 1 jam? 2 jam? atau lebih dari 4 jam setiap harinya? Apa yang anda cari? Berita? Status orang? Atau membunuh kebosanan yang sedang Anda lakukan? Atau mengetahui apa yang sedang hangat di dunia?

Jangan jadikan Facebook sebagai satu-satunya sumber berita Anda.

Jika Anda menggunakan untuk mengetahui berita. Sekarang saya bilang, Hentikan menjadikan Facebook sebagai satu-satunya sumber berita Anda, dan hentikan membuat Facebook seakan-akan platform membuat berita. Platform berita atau situs yang mendedikasikan dirinya kepada konten berita dengan editorial yang ada, itulah yang cocok dijadikan sumber berita. Saya melihat sekarang masalahnya bukan berita yang ngaco ataupun benar, tapi berita yang banyak orang peroleh datang dari Facebook, dan itu keliru.

Tinggal masalah waktu dimana dominasi berita-tanpa-editorial bersebaran dan membuat propaganda di facebook. Hentikan Facebook sebagai satu-satunya sumber berita Anda! Lalu solusinya apa sekarang? Adalah membuat alternatif berita dari sumber lain. Entah dari sosmed lainnya, ataupun dari platform berita.

Sekarang bikin status facebook lebih berat daripada bikin blogpost.

Dengan seruan “bikin status facebook harus A, B, C, D” terkadang membuat saya jengkel juga. Sekarang saat saya membuat bikin status facebook seakan-akan harus dicek dulu ini-itu. Tidak ada lagi spontanitas membuat status. Harus seakan-akan saya sedang membawa berita informasi akan sesuatu. Entah dengan Anda, tapi saya tidak akan memutuskan komunikasi (apalagi mendeklarasikan)¬†seseorang karena dia membuat status yang berbeda dengan pendapat saya.

Tidak semua orang memiliki pendapat yang serupa terlepas level intelektual jika berbicara topik yang mengacu pada pandangan subjektif. Saya juga paling jengkel juga ketika ada orang menggunakan kata logika, logis. Karena mereka menggunakan premis benar menurut pandangan subjektif dan menyebutnya sebagai aturan alam yang secara logis.

Kamu tidak bisa menilai seseorang sepenuhnya dengan melihat saja dengan status facebook. Jika kamu menilai seseorang tersebut karena status facebook, anda menilainya sebagian. Dan anda melakukan menilai seseorang hanya dengan bungkusnya doang. Yah saya mewajari sih, karena sifat menghakimi seseorang itu sifat yang natural. Tapi, harus dipahami bahwa Anda menilai nya hanya sebagian. Dan narasi buruk yang kamu berikan adalah cerita fiktif yang dibuat-buat seakan-akan anda menjadi orang tersebut dengan potongan tersebut.

Saya menyadari bahwa saat saya membuat status facebook, saya memberikan kesempatan orang untuk menghakimi saya. Dan saya tidak ada masalah dengan itu, bahkan saya tidak ada masalah saat saya membuat tulisan di blog saya dari 10 tahun yang lalu. Saya menyadari konsekuensi tulisan di dunia maya. Yang saya kecewakan adalah orang lupa bahwa dibalik tulisan di blog, di facebook itu adalah manusia, orang. Yang tentunya bisa keliru dan salah. Terkadang saya ingin mengingatkan bagi para pembaca berita dimanapun, bahwa berita keliru itu dapat terjadi.

Saya jadi kangen facebook yang isinya sekedar status-status singkat yang sedang dihadapi orang. Sekarang? Bikin status harus ini-itu lah, harus benar, dlsbnya.

#1179: Tenang, itu hanya status facebook!