#1197: Crypt of Necrodancer Review

Crypt of the Necrodancer

Buy at Steam, Rp.115,999 (Diskon 25% -30 April – Rp. 86,999)

Game ini sangat menarik, menegangkan, menjengkelkan, menyenangkan, membingungkan, mengesalkan, dll. Game ini termasuk ke dalam jenis roguelike + rhytm game, yang gerakan/aksi di dalam permainan harus mengikuti ketukan musik (bpm/beat per minute).

Konsep roguelike-nya seperti umumnya, ada karakter yang bisa dikembangkan terus-menerus, procedural level generation, mengikuti format tile-based, dll. Yang bikin game ini berbeda adalah pengaruh musik ke dalam permainan. Setiap karakter bergerak dan beraksi berdasarkan ketukan dari musik, jika tidak mengikuti bisa langsung kalah, terserang musuh, dan kehilangan bonus. Jadi bisa dibilang ini memiliki alur yang cepat (fast-paced) karena kalau saat bermain kurang responsif terhadap musik, bisa sial. Tentunya ini agak berbeda dengan konsep roguelike yang biasanya bermain bergilir dan tidak real-time. Di Necrodancer, semuanya real-time dan fast-paced. Ngelamun sedikit = kalah. Continue reading “#1197: Crypt of Necrodancer Review”

#4113: “plz use correct indo”

Tulisan ini sebelumnya sudah diterbitkan di medium/@taruma pada 17 Maret 2015. Untuk mengikuti tulisan saya selanjutnya, dan bisa berkomentar langsung, bisa ikuti ‘follow’ Medium saya. :)


 “plz use correct indo”

ketika sudah mahir berbahasa asing dianggap juga mahir berbahasa nasional


Malam tadi, seperti biasa, saya masuk ke dalam chatroom (tempat ngobrol dalam konteks di dunia maya) di suatu komunitas. Dan seperti biasanya juga saya hanya sebagai pengamat dan merespon jika ada pertanyaan ataupun topik yang saya anggap menarik untuk diobrolkan. Tak jarang saya melewati satu hari, satu malam di dalam chatroom tersebut tidak ikut serta dalam diskusi. Kebetulan tadi malam ada topik yang saya gemari dan informasi yang saya tahu, jadi saya ingin ikut memberikan informasi ataupun ikut serta dalam obrolan.

Topik yang tadi diangkat adalah seputar update (pembaharuan) baru Guild Wars 2 (Game MMORPG dari ArenaNet). Saya yang lagi antusias memainkan game ini tidak aneh melihat ada yang sedang ingin membicarakan update baru ini. Topik ini dimulai dengan memberikan link(tautan) ke catatan pembaharuan (patch notes). Kemudian muncul semacam gerutu dari seseorang karena ukuran dalam patch notes ini terlampau besar. “487MB knapp 44%”, “1106.8181…” tulisnya. Continue reading “#4113: “plz use correct indo””

#0830: Menyadari Interaksi Online di dalam Komunitas Gaming

Esai: Hipotesis Argumentatif Studi Komunitas Online Gaming
Estimated Reading Time: 20+ Minutes.

Mengingat entry #1582 dan #0300, banyak beberapa opini yang belum saya tuangkan perihal komunitas online gaming, secara spesifiknya di Indonesia. Di tulisan ini saya ingin mencoba untuk menganalisa atau berhipotesis ria mengenai perkembangan komunitas online gaming (Untuk selanjutnya, saya tulis “komunitas gaming” saja). Pada isu #1582, bisa dilihat seberapa negatifnya komunitas tersebut pada saat dilakukannya evaluasi sekarang. Nah, saya ingin menuangkan ide kenapa hal tersebut bisa terjadi. Tujuan tulisan ini adalah membentuk pemikiran baru atau mengembangkannya suatu komunitas online entah pada umumnya atau khusus dalam gaming. Dengan menyadari gaya berkomunikasi yang terjadi dan siklus yang berputar dalam komunitas online gaming bisa membuat komunitas tahan lama dan bertahan dengan sendirinya. Saya usahakan tulisan ini berdasarkan pemikiran rasional (sehingga mudah dipahami) ataupun referensi studi yang pernah ada dan yang sempat saya baca. hehe.

Continue reading “#0830: Menyadari Interaksi Online di dalam Komunitas Gaming”

#0041: Jengkelnya Minggu Ini dengan SAINTIKS

Hari ini saya menghadiri seminar nasional di UNIKOM. Seminarnya berjudul “Seminar Nasional Teknik, Komputer, dan Rekayasa (SAINTIKS) 2014: Teknologi Hijau, Membangun Masa Kini Merawat Masa Depan”. Keren yah judulnya? Ini isi pos bukan mau cerita soal seminarnya sih. Dah gak minat saya panjang lebar ngomongin seminarnya. Saya mau rant aja pengalaman saya ikut seminarnya, jadi bagi yang mau cari info soal saintiks cari blogpost lainnya deh.

Continue reading “#0041: Jengkelnya Minggu Ini dengan SAINTIKS”

#0110: Fungsi Interpolasi Linear & Bilinear pada Google Spreadsheet

Interpolasi bilinear

Last Update: 20140930, 30 sept. 2014, Fixing bug. See patch notes below.

Sabtu kemarin, saya baru menyelesaikan rangkaian latihan di codecademy untuk skill javascript. Sebenarnya saya cukup familiar dengan bahasanya, cuman yang bikin tertarik pada konsep OOPnya. Yah sekalian menyegarkan otak karena sudah lama tidak melakukan pemrograman, yah sekalian juga belajar javascript. Cukup niat untuk menyelesaikannya juga karena akhir-akhir ini saya mulai mengerjakan tugas perhitungan pada google spreadsheet (bagian dari google docs/drive). Rasanya untuk operasi yang sederhana cukup menggunakan google spreadsheet dibandingkan Microsoft excel. Skripsi saya yang sedang mengembangkan program untuk pemodelan NRECA juga mayoritas dapat dilakukan di Google Spreadsheet. Kesulitan yang saya alami saat penampilan grafiknya. Chartnya ntah kenapa terkesan terlalu sederhana. Mungkin bisa di-outsource di plot.ly (harus refreshing juga di bahasa python. -__-). Bagi yang langsung mau lihat kodenya dan teorinya saja, yah tinggal loncat bacanya kebawah, sudah saya sertakan juga referensi yang saya gunakan.  Continue reading “#0110: Fungsi Interpolasi Linear & Bilinear pada Google Spreadsheet”

#0021: Mampir (lagi) ke Trans Studio Bandung

Kemarin, tepatnya 22 September 2014, saya liburan ke Trans Studio Bandung. Bagi yang belum tahu atau mau cari tahu soal Trans Studio Bandung bisa coba cari di Google. Sederhananya, Trans Studio Bandung merupakaan Indoor Park. Yah semacam DuFan (Dunia Fantasi) di Jakarta. Yang isinya tidak jauh dari wahana menegangkan atau menyenangkan. Saya gak akan cerita banyak soal wahananya, toh ini bukan review juga. haha. Ikuti saja petualangan yang kami lalui selama di Trans Studio Bandung.

Jpeg
TR-NS!

Continue reading “#0021: Mampir (lagi) ke Trans Studio Bandung”